Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan menyiapkan rumah sakit darurat berbasis tenda untuk menangani lonjakan jumlah pasien corona di Surabaya yang tak mampu ditampung RS rujukan.
- Nidya Putri
- Selasa, 05 Mei 2020 - 11:46 WIB
WowKeren - Jumlah kasus corona di Surabaya terus meningkat. Sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan pasien corona kewalahan, terutama yang ada di 3 wilayah pelaksana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pun menyiapkan rumah sakit (RS) darurat yang berbentuk tenda untuk menampung pasien COVID-19 untuk mengatasi hal ini.
"Saya dapat konfirmasi kita akan menyiapkan kembali tambahan rumah sakit darurat berbasis tenda, tentu dengan tenda yang sudah berstandar sesuai dengan layanan kesehatan protokol WHO," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5).
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan jika pihaknya telah berkirim surat dengan Ketua Gugus Tugas COVID-19 pusat untuk memastikan segala kelengkapan dan perlengkapan yang dibutuhkan, untuk rumah sakit darurat berbasis tenda tersebut. "Beberapa kelengkapan-kelengkapannya juga sudah dikonfirmasi kepada kami, memang akan membutuhkan tambahan rumah sakit darurat maka dari Gugus Tugas Pusat akan menyiapkan, kami sudah berkirim surat," ujarnya.
Meski begitu, Khofifah mengatakan jika rumah sakit darurat ini hanya bisa digunakan untuk perawatan pasien COVID-19 dengan kategori atau tanda-tanda klinis ringan hingga sedang. "Tapi yang kemudian konfirmasi positif, tapi tanda-tanda klinisnya itu ringan-sedang inilah, kalau misalnya tidak tertampung di top prefer (rumah sakit rujukan utama), maka disiapkan rumah sakit darurat," terangnya.
Khofifah mengingatkan untuk pasien dengan kategori berat agar tetap mendapat perawatan di rumah sakit rujukan utama, seperti RSUD dr Soetomo dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. "Kalau tanda klinisnya berat, cari rumah sakit memang peralatannya sangat lengkap, dan varian dokternya (banyak), kan yang berat itu biasanya ada (penyakit) bawaanya, comorbid," paparnya. "Nah ini (jika) mau cari dokter jantung ada, dokter diabet ada, dan seterusnya, maka RSUD dr Soetomo dan RS Unair menjadi top prefer."
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menghubungi Kementerian Kesehatan supaya Gedung Puslitbang Humaniora di Jalan Indrapura, Surabaya, dapat digunakan sebagai tempat isolasi pasien. "Kalau di sana bisa menampung lebih dari 500 pasien," tutur Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi.
(wk/nidy)