Sebut Ada 3 Jenis Corona, Menristek Perkirakan Vaksin Tersedia di Indonesia Mulai Maret 2021
Nasional

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengaku bahwa pemerintah akan memberi dorongan supaya proses penemuan vaksin corona ini bisa dipercepat.

WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengikuti rapat gabungan lintas Kementerian dan Komisi di DPR tentang perkembangan penanganan virus corona (COVID-19) pada Selasa (5/5) hari ini. Bambang pun sempat menyinggung perkiraan waktu vaksin corona akan tersedia.

Bambang menuturkan bahwa Lembaga Biomolekuler Eijkman memprediksi vaksin corona akan tersedia dalam waktu 1 tahun. "Waktunya masih sulit diperkirakan meski Eijkman memperkirakan 1 tahun. 1 tahun itu dari awal Maret kemarin (Maret 2021)," jelas Bambang dalam rapat virtual tersebut.

Lebih lanjut, Bambang mengaku bahwa pemerintah akan memberi dorongan supaya proses penemuan vaksin corona ini bisa dipercepat. "Kami akan dorong kerja sama dengan pihak luar sehingga harapannya vaksin didapat lebih cepat," tutur Bambang.

Saat ini perkembangan penemuan vaksin corona masih berada dalam tahap awal. Nantinya, lanjut Bambang, lembaga Eijkman akan menjadi leading sector dalam penemuan vaksin corona di Indonesia.


Selain itu, Bambang juga mengungkapkan bahwa sejauh ini ada 3 jenis virus corona. Penemuan vaksin ini pun akan terkait dengan kepastian mengenai jenis corona apa yang menyebar di Indonesia.

"Sejauh ini ada 3 jenis atau tipe COVID. Tipe S, G, dan V. Di luar tipe itu disebut tipe lain," ungkap Bambang. "Dan ternyata yang dikirim ke Indonesia termasuk yang lainnya."

Sebelumnya, Bambang memang telah menyatakan bahwa lembaga Eijkman tengah memilai upaya pembuatan vaksin COVID-19. Bambang juga mengungkapkan bahwa saat ini lembaga Eijkman tengah melakukan pengurutan keseluruhan genom (whole genome sequencing) untuk menjadi dasar dalam memprediksi kerentanan virus dan responsnya terhadap obat.

"Saat ini Eijkman sedang memulai upaya pembuatan vaksin yang memang tidak akan memakan waktu yang pendek. Salah satu alternatif yang akan kami dorong adalah kerja sama Eijkman dengan lembaga internasional yang juga melakukan penelitian mengenai vaksin," ujar Bambang pada Minggu (3/5). "Saat ini Eijkman sedang melakukam whole genome sequencing yang nantinya sangat diperlukan untuk mendeteksi seperti apa sebenarnya virus (SARS-CoV-2 yang menyebabkan) COVID-19 di Indonesia. Dan nantinya datanya di-share secara internasional."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait