Sempat Beredar Hoax, Swalayan di Sleman Tutup Sementara Usai Hasil Tes 27 Karyawan Reaktif
Nasional

Sebelumnya beredar kabar bahwa 67 karyawan sebuah swalayan di Sleman positif Corona. Namun, kabar tersebut telah dikonfirmasi hoax oleh Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta.

WowKeren - Belum lama ini, beredar kabar yang menyebutkan bahwa sebanyak 67 karyawan sebuah swalayan di Sleman, Yogyakarta, dinyatakan positif Corona. Oleh sebab itu, masyarakat yang sempat berbelanja setelah tanggal 25 April diminta mengisolasi diri.

Kabar tersebut telah ditanggapi Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyatakannya hoax. Lebih lanjut, Kominfo mengofirmasi bahwa karyawan swalayan tersebut melakukan rapid test dan menemukan 5 orang reaktif positif. Setelah melakukan swab test, 1 orang dinyatakan positif COVID-19.

Sempat Beredar Hoax, Swalayan di Sleman Tutup Sementara Usai Hasil Tes 27 Karyawan Reaktif

Instagram

Menindaklanjuti hasil tersebut, Bupati Sleman menerbitkan surat penutupan sementara operasional pelayanan swalayan Indrogrosir pada Selasa (5/5). Dalam surat yang beredar di akun @lambe_turah, dinyatakan bahwa sebanyak 27 karyawan yang menjalani rapid test menunjukkan hasil reaktif Corona. 27 karyawan yang reaktif lantas akan menjalani swab test.


"1. Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sleman akan melaksanakan rapid-test terhadap karyawan Indogrosir yang belum menjalaninya," tertulis dalam surat Bupati Sleman. "2. Akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan di lingkungan Indogrosir."

"3. Agar Saudara menutup sementara operasional pelayanan Indogrosir, Sleman mulai hari ini tanggal 5 Mei 2020, dan akan dievaluasi kembali setelah hasil swab-test terhadap 27 (dua puluh tujuh) karyawan kami dapatkan," pungkasnya.

Sempat Beredar Hoax, Swalayan di Sleman Tutup Sementara Usai Hasil Tes 27 Karyawan Reaktif

Instagram

Dinas Kesehatan Sleman akan segera menyelesaikan rapid test untuk 106 karyawan Indogrosir. Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, meminta masyarakat tidak panik apabila pihak puskesmas menggelar rapid test di daerahnya.

"Kalau toh ketemu (positif corona) tidak masalah, karena lebih baik ketemu dari pada enggak ketemu tapi menular ke mana-mana," ujar Joko dilansir dari Kumparan. "Kalau ketemu segera ditangani dengan baik, dia tidak akan menularkan pada yang lain."

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait