Industri Daur Ulang Plastik Rumahkan 63 Ribu Pekerja di Tengah Wabah Corona
Nasional

Sektor industri daur ulang plastik ikut terdampak wabah virus corona di Tanah Air. Bahkan tercatat sebanyak 63 ribu tenaga kerja langsung di sektor ini telah dirumahkan selama pandemi berlangsung.

WowKeren - Wabah corona di Indonesia menimbulkan berbagai dampak. Salah satunya mempengaruhi sistem ekonomi di Tanah Air.

Sejumlah perusahaan banyak yang melakukan PHK massal hingga gulung tikar di tengah pandemi corona. Salah satu usaha yang turut terdampak adalanh industri daur ulang plastik. Setidaknya ada 63 ribu pekerja yang dirumahkan karena adanya wabah virus mematikan ini.

Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (Dirjen IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Muhammad Khayam, mengatakan pandemi COVID-19 berdampak pada kinerja industri daur ulang plastik yang digeluti oleh sekitar 120 ribu tenaga kerja langsung dan 3,3 juta pemulung sebagai pekerja informal pendukung sektor industri daur ulang plastik.

“Hingga April 2020, sebanyak 63 ribu tenaga kerja langsung di sektor industri ini telah dirumahkan,” kata Khayam dilansir Antara, Rabu (6/5). Tercatat industri daur ulang plastik merupakan salah satu industri yang terdampak besar (hard hit) selama pandemi COVID-19 dengan utilisasi produksi hanya mencapai 30-40 persen.


Rendahnya utilisasi daur ulang plastik tersebut dikarenakan menurunnya permintaan pasar, baik dalam negeri maupun ekspor. Pasalnya, selama masa pandemi COVID-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pada beberapa kota besar, kebutuhan barang plastik menurun tajam.

Lebih lanjut, harga bahan baku plastik virgin satt ini telah menurun karena rendahnya harga minyak bumi yang pada 24 April 2020 mencapai 16 dolar AS per barel, sehingga penggunaan bahan baku plastik daur ulang tidak lagi ekonomis. “Untuk dapat bertahan dari kondisi tersebut, industri daur ulang plastik nasional memerlukan dukungan nyata dari pemerintah,” terangnya.

Padahal dengan adanya pelarangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai oleh beberapa pemerintah daerah, itu sudah berdampak pada menurunnya permintaan bahan baku daur ulang untuk produksi kantong plastik dan ketersediaan bahan baku daur ulang.

Sementara itu, populasi industri daur ulang plastik di Indonesia saat ini sekitar 600 industri besar dan 700 industri kecil dengan nilai investasi mencapai Rp 7,15 triliun dan kemampuan produksi sebesar 2,3 juta ton per tahun. Nilai tambah yang diciptakan oleh sektor industri ini mencapai lebih dari Rp 10 triliun per tahunnya dan realisasi ekspor produk turunan daur ulang plastik pada 2019 mencapai USD 141,9 juta.

Bahkan sektor industri daur ulang plastik memasok 16 persen kebutuhan bahan baku industri plastik hilir atau sekitar 1,2 juta ton per tahunnya dari kebutuhan bahan baku sebesar 7,2 juta ton per tahun. Pasokan bahan baku daur ulang dalam negeri sekitar 913 ribu ton dan impor bahan baku daur ulang plastik pada 2019 sebesar 195 ribu ton.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait