Pandemi Corona Dibanjiri Konten Hoaks, Begini Langkah WhatsApp Kendalikan Berita Bohong
Tekno

Banyak pesan-pesan hoaks beredar melalui WhatsApp di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang. WhatsApp pun melakukan sederetan hal ini untuk mengendalikan hoaks.

WowKeren - Di tengah perkembangan pandemi virus Corona, ada satu masalah lain yang begitu meresahkan masyarakat. Hal ini adalah penyebaran berita bohong alias hoaks terkait pandemi tersebut.

Fenomena ini salah satunya menjamur di WhatsApp. Dan menanggapi hal tersebut, WhatsApp bekerja sama dengan Jaringan Pemeriksa Fakta Internasional (IFCN) yang berada di bawah Poynter Institute meluncurkan chatbot demi menangkal hoaks COVID-19.

Lantas bagaimana cara mengakses layanan chatbot ini? Dilansir dari CNBC Indonesia, pengguna WhatsApp bisa mengecek fakta tentang wabah Corona dengan mengirimkan teks ke nomor kontak chatbot IFCN.

Kontak itu bisa diakses di nomor +1 (727) 2912606. Nantinya chatbot akan menampilkan hasil cek fakta yang dihimpun berdasarkan fakta-fakta dari 80 lebih organisasi dunia.

Untuk penggunaan layanan ini, pengguna WhatsApp harus menyimpan nomor chatbot IFCN. Setelah ketik pesan 'hi' untuk memulai komunikasi dengan bot dan akan muncul menu yang terdiri dari 6 bagian untuk navigasi pengguna.


Chatbot ini akan mengidentifikasi negara pengguna (dengan memeriksa kode seluler negara mereka), dan memberi mereka informasi yang telah diperiksa faktanya oleh organisasi di negara setempat. Chatbot juga berbagi tips umum untuk memerangi wabah virus Corona.

Pandemi Corona Dibanjiri Konten Hoaks, Begini Langkah WhatsApp Kendalikan Berita Bohong

WhatsApp (dokumentasi pribadi)

"Miliaran pengguna mengandalkan WhatsApp untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga mereka setiap bulan," kata Direktur IFCN, Baybars Orsek, seperti dikutip dari Techcrunch pada Rabu (6/5). Namun sayangnya penggunaan WhatsApp ini juga dibarengi dengan banyaknya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan hoaks.

"(Sayangnya) Aktor jahat menggunakan setiap platform tunggal untuk menyebarkan kebohongan, untuk menyesatkan orang lain selama masa-masa sulit seperti itu," imbuh Orsek. "(Oleh karena itulah) Pekerjaan pemeriksa fakta lebih penting daripada sebelumnya."

Chatbot adalah upaya terbaru dari WhatsApp untuk memberantas penyebaran informasi hoaks pada platformnya. Beberapa bulan lalu, WhatsApp juga berkolaborasi dengan WHO untuk meluncurkan layanan informasi yang menjangkau lebih dari 10 juta pengguna dalam beberapa hari.

Selain itu, WhatsApp juga memperkenalkan aturan baru berupa pembatasan penerusan pesan (forward) menjadi maksimal satu kali dalam waktu tertentu. Hal ini dilakukan demi membatasi viralitas pesan hoaks di platform tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait