BNPB Minta Warga Tak Kaget Jika Kasus Virus Corona Pekan Depan Melonjak, Kenapa?
Nasional

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi jika kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia akan mengalami lonjakan tajam pada pekan depan. Kenapa?

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia masih mengalami peningkatan signifikan setiap harinya. Berdasarkan data covid19.go.id hingga Selasa (12/5), kasus virus corona di Indonesia telah mencapai 14.749 orang.

Kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi adanya kenaikan kasus virus corona di sejumlah daerah pada pekan depan. Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi mewanti-wanti masyarakat agar tidak kaget melihat lonjakan tajam kasus COVID-19 minggu depan.

Rupanya, kenaikan kasus akan dipicu oleh kapasitas pemeriksaan tes COVID-19 yang ditargetkan akan meningkat. Hal ini sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo yang telah menargetkan pengujian spesimen virus corona hingga 10.000 per hari.

Dody mengaku jika target yang diberikan Jokowi tentunya cukup sulit untuk dilakukan. Pasalnya, kapasitas laboratorium dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada sangatlah terbatas sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memeriksa sampel-sampel COVID-19.

Meski demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan setinggi mungkin. Bahkan, Dody menyatakan jika target kapasitas pemeriksaan akan ditingkatkan hingga 40.000 per hari.

”Jangan kaget bahwa minggu depan hasil positif cenderung banyak naiknya,” ujar Dody dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5). “Secara teknis harus begitu supaya bisa mempercepat penyelesaian COVID-19 ini, memang jumlah testing harus kita dinaikkan.”


Diharapkan dengan melakukan pemeriksaan hingga 40.000 per hari, maka kasus virus corona di wilayah Indonesia dapat mulai mereda. Khususnya di wilayah yang sudah masuk dalam kategori merah penyebaran COVID-19.

”Di Jakarta, 12 rumah sakit mulai terkendali, dia tidak penuh lagi pasien COVID-19,” papar Dody. “Sekarang di daerah karena kemampuan testing akan ditingkatkan, kita harus tingkatkan kapasitas rumah sakit di daerah.”

Peningkatan kapasitas pemeriksaan COVID-19 diyakini Dody akan membuat kurva kasus virus corona mencapai puncak di awal Juni 2020 agar bisa segera turun. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat untuk ikut melakukan tes corona sangat dibutuhkan.

”Tergantung partisipasi masyarakat, kalau semua sama-sama ikut testing,” jelas Dody. “Mudah-mudahan kurva puncak kita di awal Juni. Kalau puncak disana, kita harus siap kapasitas rumah sakit. Kalau testing selesai, puncaknya bisa tercapai, mudah-mudahan melandai kebawah.”

Selain itu, Dody juga turut menyoroti presentase kematian akibat virus corona di Indonesia. Menurutnya, tingkat kematian saat ini menjadi perhatian serius pemerintah yang harus ditangani dengan serius. Terlebih, data statistik mengungkap jika 6 hingga 7 persen pasien positif corona mengalami kritis.

Saat ini BNPB dengan Kementerian PUPR pun tengah meningkatkan berbagai fasilitas rumah sakit darurat untuk menangani pasien positif corona. Diantaranya dengan melakukan renovasi, menyiapkan rumah sakit darurat dari gedung atau hotel yang tidak dipakai.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait