Viral Dibagikan Secara Gratis, Pedagang di Malang Juga Buang Sayur ke Sungai
Nasional

Pedagang sayur di Malang mengaku merugi hingga jutaan rupiah karena menurunnya permintaan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang. Oleh sebab itu, mereka memilih membagikan sayur atau membuangnya.

WowKeren - Pandemi Virus Corona menyebabkan kerugian di berbagai sektor, terutama perekonomian masyarakat. Salah satunya dirasakan para pedagang sayur di Kabupaten Malang. Dalam sebuah video yang beredar viral di Twitter, para pedagang asal Desa Kedungrejo, Pakis tampak membagikan hasil panennya di jalan raya.

Video yang dibagikan akun Twitter @cholikk menampilkan beberapa pedagang saling bahu membahu membagikan sayur hasil panennya kepada pengguna jalan. Tak pandang bulu, para pedagang membagikannya kepada para pengendara motor maupun mobil. Video tersebut sontak mengundang simpati warganet.

"Para petani di Desa Kedungrejo, Pakis - Malang ini juga terdampak pandemi shg komoditi hasil panen tdk bisa terdistribusi," tulis akun @cholikk pada Jumat (15/5). "Tp mereka mengajarkan empati, meskipun kondisi mereka tdk lebih baik dari yg mereka bantu."

Sumber: twitter.com/@cholikk


Dikutip dari Jatimtimes, para pedagang mengaku juga membuang sayur ke sungai karena dagangannya tak laku sehingga merugi hingga jutaan rupiah. "Tidak ada yang laku, akibat Corona ini. Kalau lagi mahal orang pedagang satu minimal Rp3 - Rp3,5 juta. Tapi kalau lagi murah yang cuma satu juta," ungkap Suwandi Winarno (40) dalam bahasa Jawa.

Winarno dan para pedagang lain biasa mengirimkan sayur ke area Malang Raya dan Surabaya. Winarno menuturkan bahwa permintaan sayur menurun tajam hingga membuatnya heran. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama satu bulan terakhir.

"Ya setiap hari ada yang beli tapi sedikit. Orang Surabaya bawa mobil pick-up ngambilnya enggak penuh dan enggak banyak. Orang (pasar) Gadang ngambilnya sedikit," jelasnya. "Enggak makan (sayur) mungkin."

Oleh sebab itu, video viral pedagang membuang sayur ke sungai dan membagikan secara gratis ke pengendara yang melintas dibenarkan Winarno. Karena memang jika tidak laku, sayuran akan layu hingga lebih baik dibagikan atau dibuang ke sungai. "Kalau tidak ada yang mau ya dibuang ke sungai, karena sudah layu. Hampir setiap hari itu," tutup Winarno.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait