Petugas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menangkap 500 pembalap liar di exit Tol Porong, Sabtu (16/5). Para pelanggar itu akan diberikan sanksi sosial berupa membantu pemakaman jenazah pasien COVID-19.
- Nidya Putri
- Senin, 18 Mei 2020 - 09:08 WIB
WowKeren - Sebanyak 500 pemuda terjaring razia balap liar di exit Tol Porong, Sidoarjo dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Sabtu (16/5) lalu. Petugas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur akan memberikan sanksi sosial kepada ratusan pembalap liar tersebut.
Sanksi sosial yang dimaksudkan adalah berupa membantu pemakaman jenazah pasien COVID-19 dan memakai rompi orange bertuliskan pelanggar PSBB. "Mereka yang terjaring razia bersama motornya dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk dilakukan penindakan tilang serta dipanggil orangtuanya hingga dikenai sanksi sosial bagi yang sudah pernah melanggar," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sidoarjo Jawa Timur Kombes Pol Sumardji dilansir Antara, Minggu (17/5).
Ia menuturkan jika razia tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat masih maraknya aksi balap liar di wilayah Porong Sidoarjo. "Dengan tanggap dan cepat tim kami turun ke lokasi untuk melakukan razia 500 anak muda yang sedang balap liar di exit tol Porong," tuturnya.
Karena perbuatan sudah meresahkan masyarakat dan melanggar peraturan, para pembalap liar yang usianya masih anak-anak dikumpulkan di Polresta Sidoarjo. "Sebanyak 224 motor mereka ditilang dan boleh diambil setelah Lebaran nanti," paparnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika para pembalap liar ini tidak hanya ditilang, namun juga akan dipanggil orangtuanya. "Dan anak-anak mereka yang kembali melanggar dalam balap liar ini akan kami beri sanksi sosial karena juga melanggar PSBB," katanya.
Terkait sanksi sosial mengenakan rompi oranye bertuliskan pelanggar PSBB dan ikut membantu pemakaman jenazah pasien COVID-19 dilakukan agar mereka jera. Kapolresta Sidoarjo mengimbau kepada para orangtua untuk ikut serta memberikan penyadaran dan perhatian kepada anaknya.
"Bahwa saat ini situasi wabah virus corona atau COVID-19 sangat berbahaya bagi mereka bila berada di luar rumah, serta jangan sampai salah pergaulan sehingga ikut-ikutan dalam balap liar," pungkasnya.
(wk/nidy)