Dampak pandemi virus corona (COVID-19), ini kerugian per hari yang diderita oleh pusat perbelanjaan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat selama bulan Ramadhan.
- Ruth Meliana
- Selasa, 19 Mei 2020 - 10:27 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) tidak hanya mengancam nyawa warga dunia saja. Dampak virus asal Wuhan, Tiongkok ini juga telah menciptakan situasi krisis perekonomian terhadap seluruh kalangan masyarakat.
Salah satunya imbas COVID-19 di sektor perekonomian terjadi di pusat perbelanjaan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apalagi, pendapatan yang biasa melonjak tinggi saat masa Lebaran, kini sudah tidak terasa lagi.
Maklum, Pasar Tanah Abang selama ini selalu menyediakan berbagai keperluan umat muslim untuk Hari Raya Idul Fitri. Mulai dari pakaian muslim berbagai gaya, perlengkapan salat, amplop THR, hingga kurma dan kue kering pun ada.
Harga yang ditawarkan oleh berbagai pedagang di Tanah Abang pun benar-benar beragam baik untuk masyarakat kelas atas hingga bawah. Tak heran jika Tanah Abang selalu menjadi tempat utama masyarakat untuk berbelanja.
Bahkan, pasar ini kerap menjadi barometer geliat perdagangan di Asia Tenggara karena merupakan yang terbesar di kawasan. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin lantas membongkar pendapatan Tanah Abang setiap harinya.
Dalam sehari, perputaran uang di Tanah Abang mencapai Rp200 miliar. Penghasilan ini didapat dari puluhan ribu kios yang berdagang di lokasi pasar tersebut.
”Sudah ada pencatatan digital,” beber Arief seperti dilansir dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu. “Biasanya sudah ada transaksi virtual per harinya bisa mencapai Rp200 miliar per hari semua blok.”
Perputaran uang di Tanah Abang sendiri tidak hanya berdampak pada para pedagang dan masyarakat sekitar saja, namun juga berbagai pedagang di seluruh daerah Indonesia. Pasalnya, Tanah Abang selalu menjadi pusat pembelian grosir bagi pedagang eceran di daerah.
Namun akibat wabah corona, pendapatan dari Pasar Abang disebutkan menyusut secara drastis. Terlebih, pemerintah setempat telah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat pedagang tidak boleh berjualan lagi demi mencegah penyebaran virus corona.
(wk/lian)