Pembukaan tenda-tenda baru untuk mengebut target pemerintah yang ingin menyalurkan BLT ke 800 ribu KK dalam sehari, tentu saja dengan mengedepankan protokol kesehatan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 19 Mei 2020 - 15:09 WIB
WowKeren - Untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial pada masyarakat terdampak COVID-19, Kementerian Sosial bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Menteri Sosial Juliari P Batubara menargetkan dengan kerja sama itu pemerintah mampu menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 600 ribu per hari kepada 800 ribu KK.
Tentu saja, untuk mencapai target itu, PT Pos juga memiliki sejumlah opsi. Salah satunya dengan membuka loket pembayaran baru di kantor pos. Jika perlu, PT Pos akan menambah jumlah operasional jam kerja hingga pukul 10 malam.
"PT Pos menyanggupi dengan berbagai upaya antara lain membuka tambahan loket pembayaran di kantor pos," kata Juliari melalui konferensi pers virtual, Selasa (19/5). "Kedua, menaikkan jam operasional sampai jam 10 malam."
Terkait jam operasional tersebut, Juliari menyebut dirinya sudah meminta Pos Indonesia untuk menerapkannya. "Setiap kantor pos saya minta buka sampai jam 10 malam untuk melakukan pembayaran," lanjut dia.
Lebih lanjut, Mensos bahkan meminta Pos Indonesia untuk menyalurkan bansos hingga ke kelurahan dan balai desa. Hal itu bisa dilakukan dengan membuka tenda baru. Namun demikian, hal ini juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
"Di luar kantor pos agar melakukan pembayaran di kantor kelurahan dan balai desa," terang Juliari. "Artinya mereka membuat kursi-kursi, tenda-tenda. Kalau harus sampai keluar, dengan mengikuti protokol kesehatan untuk penyaluran."
Tak hanya itu, PT Pos juga diminta untuk membuka gerai baru di luar desa maupun kelurahan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat dan tepat sasaran.
"Di luar itu lagi, di luar balai desa dan kelurahan, kami minta kantor pos buat outlet baru," ujar Juliari. "Khususnya untuk komunitas tertentu yang butuh bansos tunai."
Presiden Joko Widodo alias Jokowi sempat menyoroti prosedur penyaluran bansos yang berbelit. Hal ini menjadi salah satu penyebab lamanya proses penyaluran hingga ada banyak masyarakat yang masih belum menerima.
(wk/zodi)