Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, secara pribadi memberikan beasiswa selama 3 tahun untuk R (12), bocah penjual jalangkote yang menjadi korban perundungan.
- Elvariza Opita
- Selasa, 19 Mei 2020 - 15:28 WIB
WowKeren - Kisah perundungan yang dialami R (12), bocah penjual jalangkote alias makanan ringan khas Sulawesi Selatan masih ramai dibicarakan. Bagaimana tidak? Pasalnya perundungan yang dialami R begitu menyita perhatian publik dan menyebabkan 8 tersangkanya kini terancam meringkuk di balik jeruji selama 3,5 tahun.
Banyak yang terenyuh atas kisah R. Apalagi bocah yang masih duduk di kelas 5 SD itu diketahui berjualan jalangkote, yang kemudian menjadi cikal-bakal pertemuannya dengan para perundung, demi membantu perekonomian keluarga.
Kisah inspiratif nan mengharukan itu yang kemudian mengantarkan R untuk bertemu secara pribadi dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Tak hanya bertemu, bahkan Nurdin memberikan sejumlah hadiah untuk R, salah satunya berupa beasiswa.
"Secara khusus saya mengundang ananda R, korban perundungan di Kab. Pangkep beserta orang tuanya ke rumah jabatan gubernur," tulis Nurdin dalam caption unggahan Instagram-nya, Selasa (19/5). "Sebagai bentuk penyemangat dari kami kepada R yang saat ini duduk di bangku kelas 5 SD, dan ikut membantu orang tuanya mencari nafkah, dengan berjualan Jalangkote menggunakan sepeda."
Tak hanya beasiswa, Nurdin juga memberikan sejumlah bingkisan lain yang lebih ditujukan untuk kedua orangtua R. "Saya memberikan beasiswa selama tiga tahun, serta sebuah motor listrik, yang dapat digunakan oleh orang tuanya," imbuh Nurdin.
Dalam video yang diunggah Nurdin, tampak R yang tiba di kediaman dinas sang gubernur dengan iring-iringan kendaraan. Begitu turun ia langsung disambut oleh Nurdin secara langsung dan berjalan beriringan masuk ke dalam rumah dinas.
Berpenampilan sederhana, R tampak hanya mengenakan kaus hitam dan celana kain. Namun warganet tampaknya lebih menyoroti langkah R yang masih tertatih, mungkin dampak dari perundungan yang dialami olehnya beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, Nurdin juga memastikan pihaknya tak akan segan menindak setiap kasus perundungan. Sebab menurutnya setiap individu sudah selayaknya menerima perlakuan setara, saling dihargai dan tidak boleh ada yang merendahkan.
"Kejadian yang menimpa Rizal menjadi pelajaran bagi kita semua, agar kita saling menghargai dan tidak merendahkan orang lain," pungkas Nurdin. "Kami tidak akan toleran dan mengambil sikap tegas dalam menangani kasus perundungan di Sulawesi Selatan."
(wk/elva)