Bappenas Sebut Jakarta Penuhi Syarat Jadi Contoh Penerapan New Normal
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan jika penyesuaian PSBB harus didasarkan pada 3 macam kriteria.

WowKeren - Wacana skenario new normal kian bergema di Indonesia. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebut akan ada daerah yang menjadi percontohan untuk skenario ini.

Tak lain tak bukan adalah Jakarta. Suharso menilai jika provinsi DKI Jakarta di bawah pemerintahan Gubernur Anies Baswedan telah memenuhi syarat untuk diterapkan new normal. Namun meski demikian, hingga kini belum ada keputusan pasti mengenai hal itu.


"Terkait dengan langkah-langkah kesehatan untuk menentukan terkait pembatasan sosial," kata Suharso, Kamis (21/5). "Sekali lagi bukan pelonggaran tetapi penyesuaian. Maka kalau nanti jika memenuhi syarat dilakukan pengurangan pembatasan sosial."

Suharso menjelaskan jika penyesuaian pembatasan sosial berskala besar (PSBB) nantinya harus memenuhi 3 kriteria. Kriteria yang pertama yakni terkait epidemiologi. Angka Reproduksi Efektif atau Rt<1 selama dua minggu berturut-turut.

Artinya, angka kasus baru telah menurun setidaknya selama dua minggu berturut-turut. Yang mana, kriteria ini menjadi syarat mutlak yang harus terpenuhi. Meski demikian, bukan berarti virus sudah hilang namun dapat dikendalikan.

"Jika Rt<1 dan penurunan kasus yang diikuti dengan pengurangan PSBB," lanjut Suharso. "bukan berarti virus sudah hilang, tetapi penyebaran virus sudah dapat dikendalikan."

Lalu di kriteria kedua ada terkait sistem pelayanan kesehatan. Sistem pelayanan kesehatan harus memiliki kapasitas maksimal melebihi jumlah kasus baru yang memerlukan perawatan di rumah sakit, terutama terkait jumlah tempat tidur di RS  maupun instalasi gawat darurat.

"Saya baru mendapatkan informasi misalnya dari Pemprov DKI bahwa mereka punya tempat tidur yang cukup untuk penderita COVID-19." tutur Suharso. "Dan sekarang mereka boleh dikatakan dokter dan perawat itu tidak terlalu berat menerima pasien."

Terakhir, ketiga adalah kapasitas tes swab yang mencapai 3.500 per satu juta penduduk. "Menarik di Jakarta, 550 ribu tes per satu juta penduduk dan sudah di atas Thailand atau Malaysia, separuh lebih dari tes nasional ada di Jakarta," urainya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts