Masjid Tak Dibuka, PA 212 Ancam Akan Suruh Umat Islam Lakukan Pembangkangan Massal
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Masjid masih tak kunjung dibuka, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengancam akan meminta umat Islam agar melakukan pembangkangan massal pada pemerintah. Seperti apa?

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk melakukan pelonggaran transportasi di tengah pandemi corona (COVID-19). Selain itu, pemerintah juga telah bersiap untuk melakukan kehidupan normal baru new normal dimana sejumlah mal akan kembali dibuka.

Meski demikian, nasib pembukaan rumah ibadah masih belum ada kejelasan. Persaudaraan Alumni (PA) 212 pun menuntut pemerintah untuk segera membuka masjid agar umat Islam bisa beribadah kembali di tengah pandemi.


Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif bahkan mengancam akan menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk melakukan pembangkangan massal. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan jika pemerintah tidak segera menormalisasi atau membuka kembali tempat ibadah.

Pembangkangan massal dilakukan dengan menyerukan agar masyarakat di setiap daerah beramai-ramai membuka tempat ibadah. “Jika tidak, kami akan serukan umat Islam untuk pembangkangan massal dengan beramai ramai membuka tempat ibadah masing-masing,” kata Slamet seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (27/5).

Slamet lantas menyebut jika Indonesia merupakan negara berdasarkan ketuhanan, bukan negara kapitalis dan komunis. Oleh sebab itu, keputusan pemerintah untuk melakukan pembukaan sektor di perniagaan seperti mal harusnya juga dibarengi dengan pembukaan kembali tempat ibadah.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan jika pembukaan tempat ibadah dapat tetap aman jika tetap melakukan protokol kesehatan COVID-19. Ia juga menyoroti jika ada mal yang tidak mematuhi protokol kesehatan, maka pemerintah dapat langsung mencabut izinnya.

”Kalau mal sudah dibuka, maka pemerintah wajib juga membuka kembali aktivitas tempat ibadah,” tegas Slamet. “Jika ada mal yang melanggar wajib ditutup dan cabut izinnya.”

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Menurutnya, pemerintah harus adil dengan membuka tempat ibadah jika sektor perniagaan juga dibuka.

”Kalau dibuka salah satu, di mal boleh, orang berkumpul juga,” ungkap Anwar. “Kalau sekarang dibuka berarti di bandara boleh, berarti di pasar boleh, berarti di masjid juga boleh.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts