Geger George Floyd Tewas Akibat Aksi Rasisme Polisi AS, Catatan Kelakuan Buruk Pelaku Disorot
Dunia

George Floyd, warga sipil berkulit hitam asal AS, meninggal dunia usai menjadi korban aksi rasisme 4 eks aparat kepolisian setempat. Kini terungkap salah satu pelaku bermasalah sepanjang kariernya.

WowKeren - Publik dunia tengah dibuat geger dengan aksi tak manusiawi 4 mantan aparat kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat. Pasalnya salah satu pelaku terekam menginjak leher seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd hingga sang korban tak bisa bernapas dan meninggal dunia.

Belum jelas apa motivasi di balik aksi keji tersebut. Namun banyak pihak menuding Derek Chauvin, sang polisi yang sudah menghabisi nyawa warga sipil tak berdaya itu, melakukan aksi rasisme dan belakangan memicu amarah warga AS.


Tak pelak sosok Chauvin pun menjadi sorotan banyak pihak. Dan dilansir dari NBC News, rupanya Chauvin merupakan polisi veteran yang sudah bergabung di Kepolisian Minneapolis sejak 2001 silam.

19 tahun berkarier sebagai polisi, Chauvin ternyata dikenal kerap melakukan tindakan indisipliner. Mirisnya, laporan atas tindakan indisipliner sang polisi pun sampai sekarang banyak yang tidak terselesaikan.

Hal ini pun dibenarkan oleh mantan anggota polisi Minneapolis, Mylan Masson. "Kariernya 'lebih menonjol' daripada polisi lain," ujar Masson.

Namun Masson juga menegaskan, semua orang bisa melaporkan tindakan indisipliner petugas kepolisian. Dengan demikian belum bisa dipastikan apakah semua tindakan indisipliner yang dilaporkan itu fakta atau ada faktor lain.

Dan peluang seorang petugas dilaporkan dengan tuduhan serupa semakin tinggi apabila sang aparat juga kerap bersinggungan dengan masyarakat. Di sisi inilah Chauvin "tak diuntungkan" karena memang ia kerap menjadi sorotan masyarakat.

Kejadian tragis yang dialami Floyd ini memantik amarah masyarakat AS dan dunia. Kekinian demonstrasi besar-besaran masih terus terjadi di Minneapolis, terlepas dari pandemi Corona yang masih belum terkendali.

Ribuan demonstran menuntut keadilan di lokasi kejadian sambil membawa poster bertuliskan "I Can't Breathe", merujuk pada kekejaman Chauvin menginjak leher Floyd, dan "Stop Killing Black People". Petisi menuntut keadilan atas kasus Floyd juga terus disebarkan di media sosial.

Tagar seperti #BlackLivesMatter dan #JusticeForGeorgeFloyd turut bergema di media sosial. Bahkan banyak tagar serupa yang hari ini, Kamis (28/5), menjadi trending topic.

Geger George Floyd Tewas Akibat Aksi Rasisme Polisi AS, Catatan Kelakuan Buruk Pelaku Disorot

Twitter

Di sisi lain, ketiga polisi lain yang ikut terlibat dalam tragedi itu juga sudah dipecat dari kesatuan kepolisian. Mereka adalahg Thomas Lane, Tou Thao, dan J Alexannder Kueng.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts