Untuk menunjukkan komitmennya, pemerintah telah menyiapkan rumah sakit yang memiliki 100 tempat tidur untuk memberikan pelayanan secara eksklusif pada pelancong yang dinyatakan positif corona.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 29 Mei 2020 - 11:37 WIB
WowKeren - Pemerintah Siprus menyatakan jika pihaknya bersedia untuk menanggung biaya bagi siapapun yang dinyatakan positif virus corona saat berlibur di wilayahnya. Penanggungan biaya tersebut akan dilakukan secara keseluruhan.
Adapun biaya tersebut meliputi biaya penginapan, makanan, minuman, serta obat-obatan untuk pasien corona dan juga keluarga mereka. Selebihnya, pasien hanya perlu membayar biaya transportasi untuk perjalanan pulang.
Untuk menunjukkan komitmennya itu, pemerintah Siprus telah menyiapkan sebuah rumah sakit yang memiliki 100 tempat tidur untuk memberikan pelayanan secara eksklusif pada pelancong yang dinyatakan positif corona. Rumah sakit juga memiliki 112 unit perawatan intensif yang dilengkapi dengan 200 respirator akan disediakan untuk pasien yang sakit kritis. Sementara itu untuk keluarga pasien, juga sudah disiapkan hotel karantina dengan kapasitas 500 kamar.
Siprus merupakan negara kecil di Eropa Tengah dengan hanya 864 ribu penduduk. Pemerintah setempat berencana untuk membuka kembali pariwisata mereka yang akan dilakukan secara bertahap. Untuk penerbangan komersial akan kembali dibuka pada 9 Juni mendatang.
Adapun surat terkait pengumuman ini telah dikirim ke instansi pemerintah, maskapai penerbangan, hingga operator perjalanan. Sementara itu, sektor pariwisata telah menyumbang sebesar 13 persen bagi perekonomian Siprus. Negara ini mengklaim memiliki rasio risiko COVID-19 terendah di Eropa usai melakukan pengujian pada 10 persen populasi.
Sementara itu, pengunjung yang hendak berlibur ke Siprus harus mampu menunjukkan sertifikat hasil pemeriksaan COVID-19. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika para penumpang juga akan diminta untuk mengenakan masker selama berada di dalam pesawat.
Sejumlah negara memang telah mulai kembali memulihkan sektor pariwisata mereka. Pandemi corona yang menghantam dunia sejak akhir 2019 lalu telah membuat industri pariwisata babak belur.
Seiring dengan pembukaan new normal, sektor pariwisata tengah diupayakan untuk dipulihkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Begitu juga di Indonesia. Disparekraf DKI Jakarta tengah bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait untuk menyiapkan promosi wisata.
(wk/zodi)