Epidemiolog Sebut Ada Kebohongan di Pengumuman Data COVID-19, Gugus Tugas   Buka Suara
Getty Images/NurPhoto
Nasional

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, ahli epidemiologi UI, Pandu Riono, menyebut bahwa ada kebohongan dalam pengumuman perkembangan kasus corona yang diberikan pemerintah setiap harinya.

WowKeren - Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, sempat mengomentari pengumuman perkembangan kasus corona yang diberikan pemerintah setiap harinya. Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Pandu menyebut bahwa ada kebohongan dalam pengumuman tersebut.

Pasalnya, Pandu menilai bahwa pengumuman itu dilakukan tidak sesuai dengan ilmu wabah atau epidemiologi. Selain itu, Pandu juga menyebut bahwa pengumuman tersebut dilakukan tanpa adanya kejelasan kapan sesungguhnya kasus yang diumumkan terjadi.

Menanggapi hal ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pun buka suara. Anggota Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengakui bahwa pelaporan kasus dari seluruh daerah memang belum real time. Namun Dewi menegaskan tidak ada unsur kebohongan dalam data yang setiap hari diumumkan oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto.

"Menurut saya terlalu jauh kalau dibilang kebohongan. Apa yang disampaikan Pak Yuri adalah data kasus positif yang sudah selesai diverifikasi oleh tim surveillance Kementerian Kesehatan. Saat ini memang sistem pencatatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium melalui sistem new all record Kementerian Kesehatan sudah diimprove," jelas Dewi dilansir Kumparan, Minggu (14/6). "Dan sekarang diusahakan untuk menuju real time."


Lebih lanjut, Dewi juga mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat pelaporan kasus corona di daerah belum sempurna. Dewi juga menyebut bahwa kasus corona yang diumumkan telah dipetakan dan dalam tahap improvement.

"Di luar itu, kondisi geografis Indonesia juga terkadang menyebabkan delay pemeriksaan untuk beberapa daerah. Saya tidak sedang berbicara mengenai kesempurnaan," ungkap Dewi. "Namun yang saya ketahui kita semua terus belajar untuk melakukan perubahan dan perbaikan."

Sebelumnya, Pandu mengungkapkan bahwa data yang diumumkan pemerintah setiap harinya hanyalah hasil pemeriksaan laboratorium PCR yang terkonfirmasi. Namun tidak ada kejelasan kapan kasus tersebut sesungguhnya terjadi.

"Setiap hari kita disuguhi dengan angka laporan kasus covid-19. Kita menikmati angka tsb, mempercayai sebagai angka kasus yg terjadi hari itu. Padahal itu hanya pengumuman hasil pemeriksaan lab pcr yg terkofirmasi, tanpa kejelasan kapan sesungguhnya kasus tersebut," cuit Pandu pada Jumat (12/6) pekan lalu. "Keterlambatan pemeriksaan lab serta keterlambatan sampai diumumkan. Juga berkali-kali ditumpuk pengumumannya. Tidak ada niat mengumumkan dengan benar sesuai dengan ilmu wabah (epidemiologi), prinsip statistik kesehatan publik. Kebohongan terjadi setiap hari, dan publik menikmati."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait