Menteri Erick Thohir juga menyampaikan bahwa dirinya akan mendorong perusahaan BUMN untuk mengalokasikan 30 persen dana CSR (corporate social responsibility) untuk pendidikan.
- Bertilia Puteri
- Senin, 15 Juni 2020 - 11:52 WIB
WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melarang perusahaan-perusahaan pelat merah untuk membuat riset dan pengembangan masing-masing. Erick menyatakan bahwa perusahaan BUMN ke depannya harus menggandeng universitas dalam melakukan riset dan pengembangan.
"Saya tidak mau lagi ada BUMN buat research and development sendiri-sendiri," tegas Erick dalam diskusi virtual pada Minggu (14/6) kemarin. "Saya mau gabung dan bekerja sama dengan universitas-universitas."
Lebih lanjut, Erick juga menyampaikan bahwa dirinya akan mendorong perusahaan BUMN untuk mengalokasikan 30 persen dana CSR (corporate social responsibility) untuk pendidikan. Nantinya, dana tersebut dapat digunakan untuk riset di berbagai universitas di Indonesia.
"Kami akan lakukan 30 Persen CSR BUMN untuk pendidikan walaupun tahun ini enggak bisa," lanjut Erick. "Tahun ini mungkin 60-70 persen ke kesehatan karena dipakai penanganan COVID-19."
Sebelumnya, Erick juga telah menyampaikan bahwa Kementerian BUMN kini memiliki 5 prioritas strategis. Salah satunya adalah menyeimbangkan pelaksanaan bisnis dengan tanggung jawab dampak sosial. Oleh sebab itu, BUMN disebut harus berani melakukan perubahan ekosistem, membuat terobosan, kolaborasi bisnis, dan juga kemitraan.
Di sisi lain, Erick juga sempat membahas mengenai keterwakilan perempuan dan milenial di perusahaan BUMN. Menurut Erick, perempuan dan anak muda berperan penting dalam memberikan ide-ide baru terkait pengembangan perusahaan BUMN. "Jadi seperti yang saya bilang, saya mau 15 persen perempuan, saya mau 5 persen dari anak muda," tutur Erick.
Erick juga mengungkapkan bawha ia akan merombak jajaran direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Ia mengaku nantinya akan ada sosok milenial di bawah 40 tahun yang masuk dalam jajaran direksi PT Telkom.
"Dan saya sangat percaya perubahan ini dari generasi muda," jelas Erick. "Makanya nanti Telkom sendiri bocoran ini nanti salah satu direksinya usianya di bawah 40 tahun."
Adapun perombakan direksi dan komisaris di BUMN disebut Erick dilakukan atas pertimbangan kinerja. Selain itu, perombakan juga dilakukan dalam rangka penyegaran supaya perusahaan BUMN dapat lebih maju dan mencetak laba lebih besar.
(wk/Bert)