Viral Hasil Rapid Test Pria Ini Reaktif Hamil, Keluarga Ngamuk di Tempat Karantina
Getty Images/Ulet Ifansasti
Nasional

Hasil rapid test seorang pria di Nusa Tenggara Timur menunjukkan reaktif hamil. Pihak keluarga pun marah dan mendatangi tempat karantina untuk meminta pertanggungjawaban.

WowKeren - Seorang pria asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Ariyanto Boik harus diisolasi di rumah susun setempat. Ariyanto sempat menjalani rapid test dan menunjukkan hasil reaktif hamil.

Kejadian tersebut membuat pihak keluarga marah hingga mendatangi tempat Ariyanto dikarantina di Rusun Ne'e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao. Keluarga geram karena laboratorium rumah sakit setempat mengeluarkan hasil tes kehamilan dan bukan COVID-19, namun Ariyanto tetap dikarantina.

"Tadi kami protes dengan hasil ini dan kami langsung ke tempat karantina dan bertemu dengan penanggung jawabnya," ungkap kakak kandung Ariyanto, Ferdinan Boik, dilansir Kompas.com pada Senin (15/6). "Petugas hanya pasrah saja. Katanya silakan lapor saja di manapun."

Hal ini membuat pihak keluarga Arianto semakin kesal karena petugas terkesan main-main dalam melakukan tes. Apalagi ada surat keterangan lagi dari petugas bahwa Arianto dinyatakan reaktif COVID-19. Keluarga pun tak percaya sebelum dokter melakukan pemeriksaan ulang terhadap Ariyanto.


"Kok bisa satu sampel darah hasilnya dikeluarkan tiga kali dan berbeda pula. Kecuali dokter ambil ulang sampel darah dan disaksikan keluarga baru kita percaya," tutur Ferdinan. "Tapi selagi belum ambil sampel darah dan keluarin surat rapid test yang ketiga, ini sebenarnya apa? Kok penyakit kayak gini dipermainkan."

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rote Ndao, Widyanto P Adhy menegaskan bahwa hasil rapid test Ariyanto reaktif COVID-19 dan akan dilanjutkan dengan swab test. Adhy juga sudah meminta maaf, meski ia enggan menjelaskan bagaimana hasil rapid test Ariyanto bisa berbeda.

"Pada RDT reaktif dan akan dilanjutkan PCR. Kita mengakui kesalahan itu dan mengoreksinya dengan menerbitkan hasil pemeriksaan laboratorium yang benar," ujar Adhy. "Menurut saya, tidak penting diberitakan bagaimananya (hasil rapid test Ariyanto keliru). Tapi yang sudah dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan yang sama lagi."

(wk/evaa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait