Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan gedung laboratorium tersebut telah dimiliki oleh Kementerian Kesehatan.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 16 Juni 2020 - 11:43 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui kini berupaya untuk menemukan dan mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19). Nantinya, vaksin tersebut akan diproduksi sendiri di dalam negeri melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi Bio Farma.
Kini, pemerintah akan mengalihfungsikan salah satu aset negara berupa gedung laboratorium Avian Flu atau Flu Burung. Gedung laboratorium yang berada di kompleks Bio Farma tersebut akan dijadikan tempat penelitian dan pengembangan vaksin COVID-19.
Sebelumnya, gedung laboratorium tersebut terbengkalai karena proyek vaksin flu burung untuk manusia mangkrak imbas dugaan korupsi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan gedung laboratorium tersebut telah dimiliki oleh Kementerian Kesehatan.
"Saya kira ini sudah klir secara hukum," tutur Muhadjir dalam keterangannya pada Selasa (16/6). "Saya senang sekali kalau keberadaan gedung ini bisa menjadi modal yang signifikan untuk penemuan vaksin COVID-19."
Lebih lanjut, Muhadjir meminta agar Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Kemenkes, dan juga Bio Farma segera membentuk tim. Tugas tim tersebut adalah untuk membahas mekanisme sementara yang akan digunakan dalam rangka percepatan pemanfaatan gedung untuk pengembangan vaksinCOVID-19.
"Terkait peralatan pun dalam minggu ini saya mohon ada tim untuk mengecek langsung dari Bio Farma, Kemenristek, dan Unair yang memiliki kaitan dengan jenis- jenis riset yang mau ditangani di gedung yang ada di Bio Farma itu," terang Muhadjir. Selain itu, Muhadjir juga meminta agar proses serah terima gedung laboratorium dengan pihak Bio Farma dapat dilakukan sesegera mungkin.
Meski demikian, Muhadjir mahfum jika dalam pelaksanaannya proses serah terima pemanfaatan gedung tersebut membutuhkan waktu. Pasalnya, memang ada sejumlah proses yang harus dilakukan supaya tak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Sementara itu, Kemenkeu menyebut bahwa skema paling ideal untuk proses pengalihan gedung laboratorium avian flu dari Kemenkes kepada Bio Farma ialah menggunakan skema penyertaan modal negara dalam bentuk aset. Karena skema tersebut membutuhkan waktu yang relatif cukup lama, Muhadjir menginstruksikan agar tim dapat menindaklanjuti skema alternatif melalui dua pendekatan.
"Pendekatan pertama yang bisa dipakai yaitu skema kerja sama operasional artinya fungsi Kemenkes dijalankan oleh Bio Farma," pungkas Muhadjir. "Lalu yang kedua, skema kerja sama pemanfaatan aset di mana aset Kemenkes yang dimaksud dilaksanakan oleh Bio Farma untuk pemanfaatan yang lebih baik."
(wk/Bert)