Misteri Bola Api di Depok Bikin Heboh, LAPAN Hingga Polisi Buka Suara
Nasional

LAPAN menilai jika cahaya menyerupai bola api tersebut merupakan tembakan suar sebab jika benda langit pada umumnya memiliki kecepatan yang tinggi saat jatuh ke bumi.

WowKeren - Jagad maya kembali dihebohkan dengan kemunculan bola api di wilayah Curug, Bojongsari, Depok. Warga menyebut jika bola api yang jatuh tersebut sebagai bola santet.

Meski demikian, ada juga yang menyebutnya sebagai tembakan suar atau flare gun. Terkait hal ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ikut memberikan tanggapan.

Peneliti LAPAN Emmanuel Sungging menyatakan jika cahaya yang dianggap sebagai 'bola api santet' itu bukanlah sebuah fenomena alam. Melainkan dari tembakan suar.

"Kalau saya melihat, cenderung setuju (kalau bola api tersebut adalah) flare gun sih," kata Emmanuel dilansir detikcom, Selasa (16/6). Sebab menurutnya berdasarkan pengamatan jatuhnya bola tersebut lambat.

Sedangkan benda langit yang jatuh ke bumi cenderung dalam kecepatan tinggi. Anggapan ini juga diperkuat dengan fakta jika sejauh ini LAPAN tidak mendeteksi adanya benda langit yang jatuh ke permukaan bumi. "Karena kalau fenomena alam itu nggak terlalu lambat pergerakannya," kata Emmanuel.


Sementara itu, polisi memiliki pandangan yang berbeda dari LAPAN. Pihak kepolisian menduga jika bola api tersebut merupakan lampion terbang. Sebab, hal itu berdasarkan penyelidikan kasus serupa yang pernah terjadi di Depok. Meskipun, biasanya hal ini dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat yang menganggap fenomena tersebut sebagai benda gaib.

"Biasanya malam 1 Syura," kata Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah. "Ada kepercayaan masyarakat bahwa itu semacam benda gaib, namun pada tahun baru yang lalu setelah diselidiki ternyata lampion terbang."

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo. "Kita juga belum tahu, tetapi satu minggu setelah Lebaran itu juga ada, tapi itu lampion," kata Suprasetyo.

Namun untuk fenomena kali ini, menurutnya perlu diselidiki lebih lanjut. "Ya kan itu ada asapnya, bisa lampion, bisa ini, makanya kita belum tahu. Kalau lampion kan kita harus cari tahu dulu siapa yang buat," sambungnya.

Lebih jauh, ia meminta agar masyarakat tidak saling menyebarkan narasi yang membuat resah satu sama lain. "Jangan mudah percaya," imbuh Suprasetyo.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait