Angka kesembuhan pasien virus corona di Indonesia semakin besar dan bahkan sempat memecahkan rekor pada Kamis (2/7), dua faktor ini dinilai jadi penyebabnya.
- Ruth Meliana
- Jumat, 03 Juli 2020 - 10:12 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia masih mencatatkan penambahan kasus yang cukup signifikan setiap harinya. Meski demikian, angka kesembuhan di Tanah Air juga dilaporkan semakin tinggi, dan bahkan mencatatkan rekor pada Kamis (2/7).
Indonesia telah mencatatkan rekor penambahan kasus baru sekaligus angka kesembuhan COVID-19 kemarin. Berdasarkan data dari covid19.go.id, Indonesia telah mencatat tambahan 1.624 pasien COVID-19 dalam sehari. Di hari yang sama, angka kesembuhan pasien virus corona juga mencatat rekor terbanyak yakni 1.072 orang dalam sehari.
Total ada 59.394 kasus virus corona yang tersebar di sejumlah wilayah Tanah Air. Sebanyak 2.987 orang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan sebanyak 26.667 pasien dinyatakan sembuh, yang membuat presentase kesembuhan di Indonesia hampir menyentuh 45 persen.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto lantas menjelaskan dua faktor yang menyebabkan jumlah pasien sembuh COVID-19 di Indonesia semakin tinggi. Faktor pertama adalah terkait pelayanan rumah sakit.
Yurianto menilai jika pelayanan rumah sakit yang semakin optimal menjadi salah satu penyebab tingkat kesembuhan pasien corona semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dari sumber daya rumah sakit maupun kinerja tenaga kesehatan yang tak kenal lelah dalam memberikan perawatan bagi pasien.
”Dari sumber daya yang ada dan tenaga kesehatan,” kata Yuri dalam siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Kamis (2/7). “Mereka bisa memberikan layanan dan rawatan secara optimal dan tidak terlalu capek.”
Faktor kedua adalah terkait kesadaran masyarakat. Yurianto menilai jika saat ini sudah banyak orang yang mulai menyadari bahaya virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.
Kesadaran ini ditunjukkan dari data pasien virus corona yang datang ke rumah sakit. Menurut Yurianto, saat ini pasien yang dibawa ke rumah sakit karena COVID-19 hanyalah yang memiliki gejala ringan sampai sedang saja. Sedangkan pasien virus corona yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) sudah mulai berkurang.
”Kemudian untuk kelompok-kelompok yang memiliki komorbid sebelumnya mereka sudah betul-betul menyadari bahwa mereka harus dilindungi bersama,” jelas Yurianto. “Sehingga yang jatuh menjadi sakit untuk kelompok yang sudah memiliki penyakit komorbid ini juga relatif lebih sedikit. Inilah yang menjadi faktor angka sembuh ini menjadi semakin banyak.”
(wk/lian)