Diisukan Bakal Jadi Menteri Jokowi Saat Reshuffle, Ahok Beri Reaksi Begini
Instagram/basukibtp
Nasional
Ancaman Reshuffle Kabinet Jokowi

Jokowi telah mengancam akan merombak kabinet jika para Menteri tidak menunjukkan kinerja yang lebih baik di masa pandemi corona. Hal ini menimbulkan sejumlah spekulasi liar soal reshuffle.

WowKeren - Isu reshuffle kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengemuka usai sang Presiden menunjukkan amarahnya dalam sidang bersama para Menteri beberapa waktu lalu. Ancaman Jokowi akan merombak kabinet ini lantas memunculkan berbagai spekulasi liar.

Salah satunya adalah masuknya Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke dalam kabinet. Menanggapi isu liar ini, Ahok hanya memberikan tanggapan singkat.


"Tidak tahu," tutur Ahok dilansir detikcom pada Jumat (3/7). "Tidak ada komentar."

Meski Ahok belum mau memberikan komentar terkait isu liar ini, sejumlah pihak lain justru memberikan tanggapan. Salah satunya adalah Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Wahyudi Kumorotomo, yang menakar untuk rugi jika Ahok benar-benar menjadi Menteri Jokowi.

Menurut Wahyudi, Ahok merupakan sosok yang mumpuni mengingat ia pernah menjabat sebagai Gubernur DKI dan kini menjadi Komisaris Utama Pertamina. Ahok juga dinilai dapat melakukan banyak perubahan dari sisi manajemen pemerintahan jika ia benar masuk dalam kabinet.

Hanya saja, masuknya Ahok ke dalam kabinet akan membuat Jokowi kurang diuntungkan dari segi politik. Pasalnya, Ahok memiliki riwayat sebagai narapidana kasus penistaan agama. Namun, apabila Jokowi siap pasang badan maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

"Jadi Ahok mungkin bisa saja, tetapi memang bebannya jadi lebih untuk Ahok sendiri," papar Jokowi. "Dan bagi Jokowi bisa saja dapat serangan lagi karena publik belum lupa terkait masalah Ahok kemarin."

Di sisi lain, isu ini juga sempat ditanggapi oleh Partai NasDem. Ketua DPP NasDem Willy Aditya menyatakan ketidaksetujuannya jika Ahok dijadikan menteri. Menurutnya, pemerintah perlu menerapkan syarat sikap kemampuan eksekutor untuk mengisi di pos kementerian jika benar-benar akan melakukan reshuffle.

Willy menegaskan jika fokus utama pemerintah sekarang adalah menyelesaikan sejumlah masalah yang sedang berlangsung dari kementerian. Melakukan reshuffle apalagi menjadikan Ahok sebagai menteri dinilai NasDem akan menimbulkan kontroversi yang semakin besar.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts