Kasus Corona Tinggi, Gugus Tugas Jatim Bongkar Perilaku Warga Surabaya Raya
Instagram/dishubsurabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus virus corona terus melonjak tajam setiap harinya, Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur membongkar perilaku masyarakat Surabaya Raya yang dinilai menjadi penyebabnya.

WowKeren - Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan kasus penyebaran virus corona (COVID-19) tertinggi di Indonesia. Wilayah Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik saat ini menjadi penyumbang kasus tertinggi di Jatim.

Gugus Tugas COVID-19 Jatim lantas membongkar perilaku sejumlah warga Surabaya Raya selama pandemi yang belum mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona. Masyarakat Surabaya Raya lantas diingatkan oleh Gugus Tugas COVID-19 agar mulai serius dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.


”Pada Surabaya Raya, behavior (perilaku) masyarakat masih belum patuh protokol kesehatan,” kata anggota Rumpun Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Alfarabi dalam diskusi daring, Jumat (3/7). “Itu yang jadi poin intervensi kita.”

Perilaku warga Surabaya Raya yang tidak patuh tersebut ditemukan setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menggelar rapid test massal hingga 450 ribu orang. Pemprov Jatim bersama ilmuwan lantas melakukan analisis dan ditemukan jika kotak hitam penularan virus corona terjadi karena ketidakpatuhan masyarakatnya.

Alfarabi menjelaskan jika pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19 bahkan membagi-bagikan 2 juta masker kepada masyarakat. Namun, pelanggaran masih terjadi. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pemerintah dapat lebih tegas dan memberikan sanksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

”Kita sudah bagikan 2 juta masker, itu intervensi yang tegakkan kepatuhan masyarakat sudah masif, dan tegakkan aturan yang lebih ketat,” jelas Alfarabi. “Dan mungkin pemerintah bisa memberi sanksi yang lebih tepat kepada masyarakat.”

Kini, Gugus Tugas COVID-19 Jatim bersama platform Koalisi Masyarakat LaporCOVID-19 telah membuat data realtime untuk mengawasi penyebaran virus. Data ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jatim kapan dan dimana saja untuk meningkatkan kewaspadaan penularan COVID-19.

”Kita pernah buka rumah-rumah pasien yang diacak, sekitar 500 pasien,” terang Alfarabi. “Dari radar COVID-19, mereka tahu data itu muncul, kita buka data lokasi, meski masih diacak akhirnya masyarakat sadar.”

”Dan masyarakat mulai sadar dari lokasi yang ada, kasus mulai ada intervensi, ada yang RT mulai ditutup gerbangnya,” sambungnya. “Kemudian ada komunitas kampung tangguh.”

Berdasarkan data covid19.go.id, Jatim telah mencatatkan penambahan kasus virus corona sebanyak 340 orang pada Jumat (3/7). Dengan tambahan ini, total kasus COVID-19 di Jatim telah berjumlah 13.025 orang hingga Sabtu (4/7) siang.

Sebanyak 4.738 pasien dinyatakan sembuh dan 998 orang meninggal dunia akibat COVID-19 di Jatim. Surabaya menjadi penyumbang kasus virus corona terbanyak, sebesar 6.198 orang. Kemudian disusul Kabupaten Sidoarjo 1.769 kasus dan Kabupaten Gresik 806 kasus COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts