Lelah Urus Pasien Corona, Risma Ikhlas Tawarkan Nyawa Sebagai Gantinya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku kelelahan mengurus pasien virus corona. Ia mengaku ikhlas berikan nyawa demi menyelamatkan warganya dari pandemi COVID-19.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan telah bekerja keras dan mati-matian dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) di wilayah pemerintahannya. Ia mengungkapkan kinerja dan pengorbanannya selama ini, khususnya terkait penanganan pasien virus corona di Surabaya.

Seperti yang diketahui, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan kasus penyebaran virus corona tertinggi di Indonesia. Kota Surabaya menjadi wilayah dengan penyumbang kasus tertinggi di Jatim.

Risma mengatakan jika menangani kasus positif COVID-19 bukan persoalan yang mudah. Ia menceritakan bagaimana sulitnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang harus melakukan tracing (pelacakan) kontak pasien COVID-19 demi mencegah penyebaran virus.

Risma mencontohkan salah satu peristiwa ada satu keluarga dinyatakan positif virus corona. Pihaknya kemudian akan melakukan penelusuran hingga ke pembantu dan sopir tersebut secara serius.

Menurut Risma, hal itu dilakukan agar mereka tetap bisa mendapatkan perawatan yang layak dan memandai. Oleh sebab itu, ia mengaku tidak akan menyerah dalam melakukan penelusuran kasus virus corona di Surabaya agar setiap warganya maupun pasien tetap aman dan selamat.

”Saya harus cari sampai ketemu alamatnya,” ungkap Risma dalam acara Rosi bertajuk 'Ada Apa dengan Risma' yang tayang di KompasTV, Kamis (2/7). “Kasihan, meski sopir dia punya keluarga yang kami harus rawat.”


Melihat tingginya kasus corona di Surabaya, Risma mengaku sangat terluka. Ia bahkan secara blak-blakan menyatakan rela bertukar nyawa dengan warganya yang terkena virus corona agar mereka bisa sembuh.

”Saya berulang kali taruhan nyawa untuk warga saya,” kata orang nomor satu di Surabaya ini. “Kalau semua yang sakit bisa sembuh diganti nyawa saya, saya ikhlas.”

Sejauh ini, Risma memastikan jika ia bersama jajarannya tidak pernah berhenti dalam melakukan tracing pada orang yang berkontak dengan pasien corona dalam 14 hari terakhir. Menurutnya, proses penanganan COVID-19 perlu dipandang secara luas dan bukan hanya fokus pada persoalan pasien positif mendapatkan perawatan medis saja.

Selama menangani pandemi, Risma mengaku sangat kelelahan dan merasa energinya terkuras habis. Ia bahkan mengatakan jika berat badannya mulai menyusut selama bekerja menangani pasien COVID-19. “Terus terang, mengurusi pasien itu capek. Saya dan staf saya turun semua berat badannya,” pungkasnya.

Berdasarkan data covid19.go.id, Jatim telah mencatatkan penambahan kasus virus corona sebanyak 340 orang pada Jumat (3/7). Dengan tambahan ini, total kasus COVID-19 di Jatim telah berjumlah 13.025 orang hingga Sabtu (4/7) siang.

Sebanyak 4.738 pasien dinyatakan sembuh dan 998 orang meninggal dunia akibat COVID-19 di Jatim. Surabaya menjadi penyumbang kasus virus corona terbanyak, sebesar 6.198 orang. Kemudian disusul Kabupaten Sidoarjo 1.769 kasus dan Kabupaten Gresik 806 kasus COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts