Siapkan Wisata Sehat di Tengah Pandemi, Bima Arya Bakal Sulap Sungai Ciliwung
Nasional

Walkot Bogor Bima Arya menilai di era pandemi seperti sekarang ini, wisata di alam terbuka akan lebih banyak dicari untuk meningkatkan imunitas agar tidak mudah terpapar COVID-19.

WowKeren - Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan peninjauan ke bantaran Sungai Ciliwung di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Senin (6/7). Saat peninjauan itu, ia didampingi oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).

Adapun peninjauan ini sebagai tindak lanjut diskusi Bima Arya dengan Ketua Gugus Tugas Nasional yang juga Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo. Bima mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan kawasan itu sebagai destinasi wisata yang aman dan sehat di tengah pandemi.

"Jangka pendek kita akan menyulap tempat ini untuk dijadikan destinasi wisata yang aman dan sehat di era pandemi ini," kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7).

Menurutnya di era pandemi seperti sekarang ini, wisata di ruang terbuka akan lebih banyak dicari. Hal itu tak lepas dari upaya untuk meningkatkan imunitas agar tidak mudah terpapar COVID-19.


"Sekarang orang butuh untuk meningkatkan imunitas dengan berjemur dan berkegiatan luar ruang," jelas Bima. "Jadi, aktivitas orang yang kita baca bukan lagi banyak ke mall, tetapi ke ruang terbuka."

Menurutnya, untuk mengubah kawasan tersebut menjadi tempat wisata yang potensial tidak diperlukan banyak anggaran. Yang penting menurutnya adalah kesiapan warga sekitar. Sebab nantinya, dengan dibukanya wisata di kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif pada perekonomian warga sekitar.

"Karena itu peninjauan bagian dari persiapan ke arah sana, tidak memerlukan biaya yang besar," lanjut dia. "Yang diperlukan adalah kesiapan warga di sini, kesiapan sistem. Karena ini harus berdampak ekonomi pada warga sekitar."

Tak hanya untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar, Bima berharap dalam jangka panjang kawasan wisata ini mampu menjadi ekoriparian yang merupakan penataan kawasan sungai menjadi produktif dengan konsep edukasi lingkungan. Untuk potensi jangka panjang hal ini memerlukan proses.

"Jadi wisata air terintegrasi dengan tanam-tanaman dan pelestarian alam," terangnya. "Tapi itu agak jangka panjang karena banyak hal yang harus dilakukan terkait infrastruktur, seperti pembebasan lahan."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait