7 pegawai Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Surabaya, Jawa Timur, sempat dinyatakan positif COVID-19. Meski begitu, pihak RRI Surabaya tetap 'bungkam' di hadapan publik.
- Nidya Putri
- Rabu, 08 Juli 2020 - 11:49 WIB
WowKeren - Sebanyak 7 pegawai Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Surabaya, Jawa Timur, sempat terjangkit virus corona (COVID-19). Namun, pihak RRI sama sekali tak mengungkapkan peristiwa tersebut ke publik.
Kepala RRI Surabaya mengatakan langkah itu ditempuh untuk menjaga privasi, namun pakar epidemiologi mengatakan bahwa kurangnya transparansi dari tempat kerja pegawai yang terkena COVID-19 dapat menghambat pelacakan kontak orang-orang tersebut, sehingga dapat "memperpanjang" penularan.
Pasalnya, hingga Selasa (7/7) kemarin, Jawa Timur telah mencatat total 14.578 kasus positif COVID-19. Dari jumlah itu, 6.573 di antaranya berasal dari Kota Surabaya.
Menurut dokumen internal RRI Surabaya tertanggal 26 Juni 2020 ada sebanyak tujuh pegawai RRI Surabaya terjangkit COVID-19. Ketika itu disebutkan ada dua pegawai RRI Surabaya yang positif COVID-19. Namun perkembangan jumlah pengidap virus corona dari klaster RRI Surabaya belum diumumkan lagi.
Kepala Lembaga Penyiaran Publik RRI Surabaya, Sumarlina, menyebut data tersebut tidak diumumkan ke publik untuk menjaga privasi dan melindungi para pegawai tersebut. Selain itu, pegawai RRI dinyatakan terinfeksi COVID-19 pada awal-awal pandemi, Maret atau April, ketika stigma masyarakat terhadap pasien COVID-19 masih buruk.
"Kami tidak menyebutkan (ke publik) karena secara psikologis itu kan berpengaruh kepada kondisi lingkungan sosial masing-masing penderita," kata Sumarlina dilansir BBC Indonesia, Rabu (8/7). "Apalagi di awal-awal [pandemi], semua orang ketakutan, panik, ini harus dihindari. Tidak boleh seperti itu. Tapi kalau ada yang bertanya ke RRI, kami jawab. Tiap orang yang ke sini saya jawab, seperti (BBC) tanya, 'RRI berapa yang terpapar COVID-19?' Saya jawab, 'sampai sekarang tujuh orang'. Tapi kalau di siaran kami tidak umumkan seperti itu."
Lebih lanjut, Sumarlina mengatakan jika ketujuh pegawai tersebut "bukan petugas lapangan, bukan penyiar, bukan reporter". Mereka adalah pegawai teknik dan pegawai struktural, jelasnya.
Saat ini, kelima pegawai tersebut telah dinyatakan pulih dari COVID-19. Adapun dua pegawai saat ini sedang menunggu hasil swab test terakhir, karena untuk dinyatakan sembuh pasien COVID-19 harus menunjukkan tiga kali hasil negatif berdasarkan tes PCR atau tes swab.
"Dari (tujuh pegawai) yang dinyatakan positif, yang dua sekarang sudah dalam tes swab terakhir, hasil swab test terakhirnya belum turun," ungkapnya. "Yang satu (mantan pasien COVID-19) adalah pegawai struktural, dan ini sudah ikut rapat (virtual)."
"Yang tujuh orang itu (tes COVID-19) secara mandiri semua karena mereka merasa sakit, katanya dokter itu tipes dan sebagainya tapi tidak tahunya mereka positif (virus corona)," lanjutnya. "Mereka terkena virus corona di bulan Maret atau April."
Buntut dari pegawai yang positif terkena virus corona, RRI Surabaya pun menggelar "satu kali rapid test untuk sebagian karyawan, kemudian dua kali swab test massal" bagi seluruh pegawai atau staf yang bekerja di sana, yang berjumlah 136 orang. "Hasil dari 136 semua hasilnya negatif, tinggal satu orang yang belum terkonfirmasi," ungkap Sumarlina.
(wk/nidy)