Gugus Tugas Tegaskan Wilayah di Zona Hijau Tak Berarti Aman Dari Virus Corona
Getty Images
Nasional

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sendiri diketahui mengkategorikan wilayah Indonesia dalam empat zona berdasarkan tingkat risikonya, yakni zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau.

WowKeren - Pandemi corona masih melanda Indonesia hingga hari ini. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sendiri diketahui mengkategorikan wilayah Indonesia dalam empat zona berdasarkan tingkat risikonya, yakni zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau.

Menurut Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah, penetapan zona wilayah tersebut dilakukan untuk mengukur risiko penularan virus corona di suatu wilayah. Zona merah merupakan wilayah dengan risiko tertinggi, sedangkan zona hijau merupakan wilayah dengan risiko penularan COVID-19 rendah.

"Kita dalam gugus tugas membuat pemetaan zonasi. Karena kondisi Indonesia di 514 kabupaten/kota itu tidak sama," tutur Dewa dalam konferensi virtual BNPB pada Rabu (8/7). "Kita enggak bisa menggenaralisir semua."

Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan bahwa penetapan warna zona dilakukan berdasarkan jumlah kasus terinfeksi, angka kesembuhan, dan angka kematian. Perubahan zona wilayah juga akan dievaluasi setiap minggunya. Dewi juga menyampaikan bahwa wilayah yang masuk zona hijau bukan berarti aman dari penularan COVID-19.


"Jadi jangan pernah mengatakan ada wilayah yang aman. Karena masing-masing pasti punya risiko," tegas Dewi. "Wilayah yang memiliki zona hijau artinya memiliki risiko kenaikan kasus jauh lebih rendah dibandingkan zona kuning, oranye, apalagi merah."

Selain itu, ketercukupan pemeriksaan COVID-19 di wilayah zona hijau juga menjadi pertanyaan. Pasalnya, zona hijau dibagi menjadi dua, yakni daerah yang tidak tercatat kasus atau tak terdampak, dan daerah yang tidak ada penambahan kasus baru selama beberapa waktu.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 5 Juli 2020, ada 61 Kabupaten/Kota yang tidak tercatat kasus COVID-19. Jumlah ini berkurang lima dari pekan sebelumnya. Sedangkan wilayah yang tidak mengalami penambahan kasus COVID-19 baru selama dua pekan ada sebanyak 43 kabupaten/kota.

"Ada tambahan 10 Kabupaten/Kota (tidak ada penambahan kasus). Jadi dia pernah terdampak tapi tidak ada lagi penambahan kasus selama 14 hari. Kedua, angka kesembuhan mencapai 100 persen," pungkas Dewi. "Karena pengendalian baik sehingga bisa menekan laju penularan dan angka kematian hampir 100 persen."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait