Dihantam Corona, Utang RI Pecah Rekor Tembus Rp 421 Triliun Dalam 6 Bulan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pandemi Corona menyebabkan sektor perekonomian ikut babak belur, termasuk Indonesia yang melaporkan realisasi utang terbesar dalam sepuluh tahun terakhir, yakni mencapai Rp 421 triliun.

WowKeren - Wabah virus Corona diketahui tak hanya berdampak pada sektor kesehatan. Aspek perekonomian pun dibuat berantakan oleh wabah virus yang menginfeksi saluran pernapasan ini.

Indonesia pun menjadi salah satu negara yang ikut merasakan dampak "amukan" wabah Corona terhadap sektor perekonomian. Salah satunya tampak dari adanya pelebaran defisit anggaran sampai 6,34 persen yang menyebabkan utang pemerintah meningkat tajam sampai hampir 3 kali lipat.


Dilansir dari Kumparan, Kementerian Keuangan melaporkan pembiayaan utang pemerintah selama semester I 2020 mencapai Rp 421,5 triliun. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sangat jauh berbeda karena hanya mencapai Rp 181,2 triliun.

Berdasarkan laporan semester I APBN 2020, penarikan utang baru tersebut terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 430,4 triliun (neto) dan pinjaman minus Rp 8,9 triliun (neto). Tingginya utang ini sejalan dengan langkah extraordinary pemerintah serta pelebaran defisit anggaran terhadap APBN akibat pandemi Corona.

"Pelebaran defisit merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan countercyclical," ujar Kemenkeu dalam laporannya, dilansir pada Jumat (10/7). "Di mana ketika ekonomi melemah, pemerintah perlu step in untuk memberikan stimulus demi perbaikan ekonomi."

Tak hanya luar biasa membengkak bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, utang ini juga merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Semester I 2016 utang pemerintah mencapai Rp 278,1 triliun, Semester I 2017 mencapai Rp 207,8 triliun, Semester I 2018 mencapai Rp 180,2 triliun, dan Semester I 2019 mencapai Rp 181,2 triliun.

Bahkan, masih dikutip dari Kumparan, pembiayaan utang sejak 2010 sampai 2015 pun tak sebesar Semester I 2020 ini. Memang baru kali ini utang pemerintah mencapai digit kepala 4 dalam satuan triliun rupiah.

Sedangkan untuk defisit anggaran sampai 30 Juni 2020 pun kembali "terperosok". Realisasi defisit anggarannya mencapai Rp 257,8 triliun atau 1,57 persen, lebih dalam dibandingkan periode Mei 2020 yang mencatatkan defisit Rp 179,6 triliun atau 1,1 persen dari pendapatan domestik bruto (GDP / PDB).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts