Gereja Katolik Di Jakarta-Bekasi Buka Mulai 12 Juli, Ini Skenario Protokol Yang Disiapkan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pembukaan gereja di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi rencananya akan dilakukan pada 12 Juli. Berikut merupakan skenario protokol pencegahan COVID-19 yang disiapkan.

WowKeren - Indonesia memang telah memasuki masa transisi menuju new normal dengan melakukan pelonggaran aktivitas. Aktivitas di rumah ibadah sendiri telah diizinkan oleh pemerintah untuk dibukan kembali selama pandemi virus corona (COVID-19).

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sendiri telah merencanakan akan kembali membuka gereja-gereja mulai 12 Juli 2020. Adapun gereja yang direncanakan dibuka adalah yang masuk di wilayah KAJ seperti DKI, Tangerang, dan Bekasi. KAJ menjelaskan jika saat ini pihaknya telah memasuki persiapan akhir terkait rencana pembukaan gereja.


“Gereja Katolik di wilayah KAJ mencakup wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi saat ini berada dalam tahap persiapan akhir untuk pembukaan ibadat offline,” kata Sekjen KAJ, Romo Adi Prasodjo dalam video yang disiarkan di akun Instagram Katedral Jakarta, Sabtu (11/7). “Pembukaan perayaan ekaristi yang dihadiri oleh umat di gereja-gereja.”

Romo Adi lantas menjelaskan akan ada dua skenario dalam pembukaan gereja secara tatap muka pada 12 Juli mendatang. Nantinya, gereja akan dibuka secara bertahap terlebih dahulu. Oleh sebab itu, hanya beberapa gereja paroki yang diizinkan untuk dibuka terlebih dahulu.

”Kloter pertama itu hanya beberapa gereja paroki yang diizinkan buka, kemudian kami evaluasi minggu depannya baru beberapa paroki lain,” jelas Romo Adi. “Yang pasti gereja Katedral Jakarta itu akan menjadi gereja Katolik pertama yang akan dibuka peribadatan di wilayah KAJ.”

”Kemungkinan besar akan dilaksanakan untuk gereja Katedral Jakarta dan beberapa gereja paroki yang lain pada kloter pertama dilaksanakan pada 12 Juli 2020,” sambungnya. “Apabila tidak ada aral melintang dan juga tidak ada ketentuan yang akan kami lihat kemudian.”

Paroki-paroki di wilayah KAJ juga diminta segera mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan COVID-19. Umat juga diminta untuk melakukan kesadaran diri dan memastikan kesehatan mereka jika ingin beribadah di gereja.

Umat juga meminta mendaftarkan diri melalui aplikasi yang disiapkan gereja jika mau hadir ibadah. Terakhir, Romo Adi juga meminta agar sejumlah fasilitas sarana prasarana persiapan kebiasaan baru, sumber daya pelayanan pastoral, hingga persiapan mitigasi risiko dipikirkan setiap paroki.

”Kami syaratkan semua ketentuan seusai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan bagi pemerintah,” terang Romo Adi. “Kami mohon umat yang hadir bisa melakukan self assessment diri sendiri.”

”Memastikan dirinya sehat, tidak dalam gejala,” sambungnya. “Karena untuk tahap pertama pembukaan semua umat yang hadir adalah umat yang sudah mendaftarkan diri melalui aplikasi bela rasa.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts