Prabowo Minta Tes Massal Untuk TNI Usai Klaster Corona Bermunculan, KSAD Jawab Begini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo, saat ini TNI ikut diterjunkan untuk mengendalikan pandemi corona, sehingga setiap personelnya harus dalam kondisi prima.

WowKeren - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah meminta agar seluruh prajurit TNI menjalani tes swab corona. Permintaan Prabowo tersebut menyusul adanya ribuan kasus positif corona di klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) Bandung, Jawa Barat.

Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, lantas menanggapi permintaan Prabowo tersebut. Jenderal Andika menyebut bahwa tes swab yang diperintahkan Prabowo tersebut memang lebih akurat dari rapid test.


"Keinginan Menhan itu sangat bagus sekali, tapi yang jelas swab itu kan yang diperlukan banyak, selain ketersediaan alat swab test, juga labnya di mana," ujar Jenderal Andika di Markas Kodam Siliwangi, Bandung, pada Sabtu (11/7). "Kami sangat senang karena dengan diperiksa swab itu kan lebih akurat dibandingkan dengan rapid test."

Terkait klaster corona di lingkup TNI AD, Jenderal Andika mengaku tengah mengevaluasi penularan virus corona di sana. "Ini pelajaran bagi kami, kami sudah lakukan evaluasi, mempersering penyemprotan disinfektan. Itu salah satu cara kita, walaupun kita tidak bisa menjamin," jelas Jenderal Andika.

Sebelumnya, permintaan Prabowo untuk melakukan tes massal terhadap prajurit TNI tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut Prabowo, saat ini TNI ikut diterjunkan untuk mengendalikan pandemi corona, sehingga setiap personelnya harus dalam kondisi prima.

Dahnil mengungkap sang menteri sudah mengetahui perihal pengadaan tes PCR di beberapa unit dan kesatuan. Namun harapannya pemeriksaan ini dilakukan secara berkesinambungan kepada setiap prajurit TNI.

Di sisi lain, klaster di lingkup TNI ini terjadi di Secapa AD, Bandung, serta di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD, Cimahi, Jawa Barat. Secapa TNI AD melaporkan adanya 1.280 kasus positif COVID-19, sedangkan klaster Pusdikpom AD dikabarkan menghasilkan 99 kasus positif COVID-19.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts