Puluhan Pegawai Media Surabaya Kena Corona, Gugus Tugas Soroti Pemakaian Masker
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Muncul klaster penyebaran virus corona di tiga media Surabaya, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 menyoroti langsung menyoroti pemakaian masker para pekerja.

WowKeren - Sejumlah media di Kota Surabaya telah menjadi klaster penyebaran virus corona (COVID-19) baru. Dilaporkan ada lebih dari 50 pegawai di tiga media Surabaya yang terinfeksi virus corona. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur lantas mengomentari permasalahan tersebut.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi lantas menyoroti protokol kesehatan pencegahan virus corona. Ia meminta agar para jurnalis dan pekerja media agar selalu disiplin dalam mengenakan alat pelindung diri (APD) demi terhindar dari penularan virus corona.


Joni yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini mengatakan jika pekerja media merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko besar terhadap penularan corona. Penyebanya karena mobilitas yang tinggi. Oleh sebab itu, ia meyoroti penggunaan masker yang baik dan benar selama bekerja.

Apalagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja menyatakan jika virus corona kemungkinan menyebar melalui udara atau airborne. Virus corona juga disebut dapat bertahan cukup lama di udara dan lebih banyak terjadi di ruangan tertutup atau indoor.

”Kawan-kawan media kan bekerja di ruangan, bekerja di luar ruangan,” kata Joni di Surabaya, Selasa (14/7). “Bekerja di luar ruangan juga ketemu orang, sementara attack rate kita tinggi di luar. Di ruangan ada aerosole transmission.”

“Makanya harus hati-hati, pakai masker. Kalau banyak orang di ruangan pakai masker,” sambungnya. “Jangan sampai make-nya di dagu. Itu malah terkontaminasi, leher dagu kita bisa terkontaminasi virus di luar.”

Joni meyakini jika para pekerja maupun jurnalis disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19, maka situasi akan tetap aman meskipun mobilitasnya tinggi. Para jurnalis juga disebut bisa tetap aman saat melakukan wawancara dengan narasumber.

”Saya melihat beberapa kawan-kawan media ada yang kena, tapi saya yakin karena kontak kawan media dengan kita (Gugus Tugas) ini cepat,” jelas Joni. “Dengan kontak dinas kesehatan juga cepat, saya yakin bisa kita hindari dengan baik.”

Sebelumnya, 54 karyawan RRI Surabaya dilaporkan positif terinfeksi virus corona setelah menjalani swab test PCR yang hasilnya keluar pada 11 Juli lalu. Klaster corona di media lain juga terjadi di Metro TV Surabaya, dimana 3 karyawan terinfeksi COVID-19.

Selanjutnya klaster corona juga terjadi di TVRI Jatim dimana 2 orang staf yang bekerja disana meninggal dunia akibat COVID-19. Belakangan juga dilaporkan masih ada 1 karyawan lagi yang dinyatakan positif virus corona.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts