Heboh Video Emak-Emak Ajak Anak Demo di Depan SD, Desak Sekolah Kembali Dibuka
Getty Images
SerbaSerbi

Segerombol ibu-ibu di Pamekasan, Madura melakukan aksi protes di depan sebuah sekolah dasar. Mereka menuntut agar sekolah kembali dibuka karena takut anaknya bodoh sebab terlalu lama di rumah saja.

WowKeren - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu dan anak mereka tengah melakukan demo di depan sebuah sekolah dasar (SD). Kejadian ini diketahui terjadi di Desa Tebul Barat, Kecamatan Pengantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Video itu seketika viral di media sosial.

Kabarnya, gerombolan ibu-ibu tersebut menuntut pihak sekolah untuk melakukan aktivitas belajar mengajar kembali seperti biasa di tengah pandemi COVID-19 ini. Mereka tak ingin sekolah diliburkan terus menerus.

Sejumlah ibu-ibu yang menggelar demonstrasi terlihat ditemui oleh salah satu guru dari sekolah tersebut. Salah satu ibu yang merupakan wali murid siswa di sekolah tersebut bahkan mengancam akan mengeluarkan anaknya jika sekolah tak segera memulai aktivitas belajar mengajar. Ia beniat akan memindahkan anaknya ke sekolah yang siap menggelar aktivitas belajar mengajar.

"Jika sekolah ini diliburkan, kami akan memindahkan anak kami ke sekolah lain," kata salah seorang ibu yang mengenakan kerudung merah.

Heboh Video Emak-Emak Ajak Anak Demo di Depan SD, Desak Sekolah Kembali Dibuka

Facebook


Protes sekelompo ibu-ibu tersebut bukan tanpa alasan. Selama sekolah diliburkan, anak-anak mereka hanya sibuk bermain. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari para ibu tersebut, takut jika anaknya malah menjadi bodoh.

Terlebih, pendidikan jarak jauh yang diprogramkan pemerintah juga tak pernah dilakukan. "Kalau tetap diliburkan, anak-anak kami terampas pendidikannya. Kami takut anak kami bodoh," imbuh ibu tersebut disertai sorakan wali murid lainnya.

Salah satu warga Desa Tebul Barat, Mustofa membenarkan demonstrasi yang dilakukan puluhan ibu-ibu itu. Mustofa mengatakan, aksi itu dilakukan pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7). Wali murid sudah tak tahan karena sekolah diliburkan selama empat bulan terakhir.

"Wali murid kesal karena libur sekolah terlalu lama. Mereka mendesak agar sekolah diaktifkan kembali," ungkap Mustofa dilansir dari Kompas.com, Rabu (15/7).

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Fatimatuz Zahrah mengaku telah mendengar informasi tentang unjuk rasa itu. Namun, pihaknya belum mendapatkan laporan dari kepala sekolah SD tersebut. Menurutnya, sekolah belum bisa dibuka seperti semula untuk mencegah siswa terpapar dari virus Corona baru.

Selain itu, belum ada kebijakan dari Menteri Pendidikan untuk membuka kembali pendidikan tatap muka. "Tetap tidak bisa dibuka lagi karena kalau dibuka bisa melanggar SKB Menteri," ujar Fatimatus Zahrah.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait