54 karyawan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya telah menjalani swab test untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya dinyatakan positif. Ini hasil mengejutkannya.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 18 Juli 2020 - 18:22 WIB
WowKeren - Kantor Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Surabaya, Jawa Timur baru saja mengumumkan hasil swab test ketiga terhadap 54 karyawan. Sebelumnya, 54 karyawan tersebut telah dinyatakan positif virus corona (COVID-19) dalam swab test pertama.
Namun dalam pemeriksaan ketiga kali ini, hasilnya sangat mengejutkan. Pasalnya, 54 karyawan tersebut yang sempat dinyatakan positif virus corona ternyata mendapatkan hasil negatif COVID-19.
Hasil ini disambut gembira oleh Kepala Stasiun LPP RRI Surabaya, Sumarlina. Ia mengatakan hasil tersebut telah membantah berbagai tudingan yang menyebutkan jika RRI Surabaya tidak aman.
”Alhamdulillah kami mengucap syukur pada Allah SWT,” ungkap Sumarlina dalam rilis resmi seperti dilansir dari Detik, Sabtu (18/7). “Kami telah menerima hasil swab ke tiga, hasilnya seluruh karyawan negatif.”
”Kami berterima kasih pada pemkot, Bu Risma, Dinkes Surabaya dan BNPB telah memfasilitasi kami,” sambungnya. “Ini semakin menguatkan kita karena hasil sebelumnya yakni swab kedua juga negatif.”
Sumarlina menjelaskan pada swab test pertama pada 26 Juni lalu, sebanyak 54 orang dari 138 karyawan dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Hasil tersebut keluar pada 11 Juli 2020 lalu.
Namun, pada tes COVID-19 yang kedua, semua karyawan dinyatakan negatif. Hal serupa terjadi dalam hasil swab test ketiga dimana hasil yang muncul juga negatif.
Menurut Sumarlina, hasil swab pertama tersebut telah menimbulkan persoalan yang simpang siur. Ia mengaku tidak tahu apakah data atau hasil swab pertama itu rusak atau tidak. Kini ia menyerahkan permasalahan ini pada Dinas Kesehatan Surabaya untuk menyelidikinya.
Sumarlina hanya berharap jika hasil swab ketiga karyawan RRI Surabaya tersebut dapat menepis berbagai berita-berita mengejutkan sebelumnya. Pasalnya, telah beredar kabar yang menyebut jika 54 pegawai RRI Surabaya positif terinfeksi virus corona sehingga berdampak besar bagi para pekerja.
”Karyawan saya itu hasil swab satu dan kedua negatif. Tapi karena pemberitaan yang masif tentang 54 positif COVID-19, ia sampai diusir dari kos-kosannya,” cerita Sumarlina. “Belum kecurigaan tetangga-tetangga. Jadi media harus mencerahkan juga.”
”Jangan menjadi viral yang imbasnya sangat berdampak terhadap keluarga dan masyarakat sekitar,” sambungnya. “Dengan demikian kita bisa sama-sama saling jaga, karena ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi.”
(wk/lian)