Tak hanya bidang pariwisata, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menyebut jika Indonesia memiliki potensi bisnis yang tak banyak disadari negara asing.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 20 Juli 2020 - 08:59 WIB
WowKeren - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jerman menyebut ada sekitar 22 perusahaan asing yang berencana untuk melakukan relokasi bisnis ke Tanah Air. Puluhan perusahaan itu tak hanya datang dari benua Asia seperti Korea Selatan dan Jepang, namun juga Amerika Serikat dan negara lain.
"Di antaranya dua perusahaan dari Jepang, dua dari Korea, satu dari Amerika," demikian bunyi keterangan pers KBRI, Sabtu (18/7). "Dan masih ada sekitar 17 perusahaan lagi yang saat ini tengah merelokasi bisnisnya (ke Indonesia)."
Selama ini, Indonesia memang dikenal memiliki banyak destinasi eksotis untuk tujuan wisata sehingga sering dianggap sebagai penyumbang devisa untuk mendongkrak ekonomi negara. Namun, perlu diketahui jika potensi negeri ini tak hanya terbatas pada bidang pariwisata saja.
Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menyebut jika Indonesia memiliki potensi bisnis yang tak banyak disadari negara asing. Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi untuk pengembangan industri 4.0.
"Mungkin sedikit yang tahu, potensi Indonesia tidak hanya pariwisata," ungkap dia seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (20/7). "Indonesia sangat terbuka untuk bisnis. Peluang pengembangan industri 4.0 juga besar."
Bahkan di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini pun, ia menyebut jika Indonesia siap untuk menjadi tujuan relokasi bisnis yang menjanjikan. Arif menilai jika Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi, internet ekonomi dan hubungan produk industri.
Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menyebut ada 7 perusahaan asing yang merelokasi bisnis mereka ke Indonesia. Perusahaan tersebut terdiri dari PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Rubber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia.
"Minggu depan ini setelah Presiden Jokowi mengumumkan soal relokasi investasi pada 30 Juni lalu," kata Juru Bicara BKPM Tina Talisa dilansir dari Antara, Senin (20/7). "Sudah mulai ada perusahaan yang groundbreaking," .
(wk/zodi)