Pemprov Jabar Kecolongan Sampai 40 Pegawai Positif Corona, Gedung Sate Ditutup
id.wikipedia.org
Nasional

Gedung Sate yang menjadi kantor Pemprov Jawa Barat ditutup sementara usai 40 karyawannya positif COVID-19. Mayoritas yang positif adalah tenaga non-PNS seperti tenaga kebersihan dan keamanan.

WowKeren - Jawa Barat kembali "panen" sejumlah besar kasus positif COVID-19. Kali ini berasal dari Gedung Sate, Kota Bandung, yang menjadi lokasi pemerintahan Provinsi Jabar.

Tak main-main, sebanyak 40 orang dinyatakan positif COVID-19 pada Kamis (30/7). "Bahwa betul di Gedung Sate ada yang terkonfirmasi positif sebanyak 40 orang tersebar di beberapa biro. Bahwa dari 40 orang ini sebetulnya yang PNS-nya kurang lebih 17, non-PNS 23," ujar Sekretaris Daerah Jabar, Setiawan Wangsaatmaja.

Menurut Setiawan, kebanyakan karyawan non-PNS ini merupakan petugas kebersihan, keamanan, dan staf beberapa biro di Gedung Sate. Mayoritas mereka adalah warga Kota dan Kabupaten Bandung, serta Kota Cimahi.

"Dari sisi usia, 40 persen dari 40 orang tadi usia 31-40 tahun," terang Setiawan yang juga menjadi Ketua Harian Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar itu. "30 persen 20-40 tahun dan sisanya menyebar diusia diatas 50 tahun dan 19 tahun."


Saat ini pihak Pemprov Jabar pun melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang berkontak dengan terkonfirmasi positif COVID-19. Terkait dengan keberadaan sampai 40 kasus ini, imbuh Setiawan, diakui sebagai bentuk Pemprov Jabar yang kecolongan walau protokol kesehatan yang ketat sudah diterapkan.

Namun demikian, Pemprov Jabar juga masih belum bisa menentukan sumber penyebaran virus di Gedung Sate. "Gedung Sate selama AKB (adaptasi kebiasaan baru) memang terbuka aksesnya, jadi banyak pengunjung yang hadir ke sini dan studi banding ke sini," ujar Setiawan, dilansir dari Kompas.

Oleh karenanya, Pemprov Jabar pun memutuskan untuk menutup sementara seluruh area di Gedung Sate. Para ASN di lingkungan Gedung Sate kembali diberlakukan bekerja dari rumah. "Hari ini ada surat edaran kita bekerja dari rumah, sejak tiga hari ini WFH dan disinfeksi ruangan-ruangan di Gedung Sate," ujar Setiawan.

Kendati demikian, Setiawan menolak apabila kejadian sampai 40 positif COVID-19 ini dianggap sebagai klaster baru. "Menurut kami belum dapat dipastikan klaster perkantoran, karena akses Gedung Sate terbuka selama AKB," tegasnya, merujuk pada kemungkinan virus "terbawa" oleh tamu di Gedung Sate.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait