Hanya Berjarak 7 Km dari KBRI, Ledakan Dahsyat Beirut Diduga Terkait 2.750 Ton Amonium Nitrat
Bloomberg/Getty Images/Hasan Shaaban
Dunia
Ledakan Besar Beirut

Lebanon telah meminta bantuan dunia internasional untuk menangani dampak ledakan ini mengingat negara itu sudah dalam kondisi yang pelik menghadapi krisis ekonomi.

WowKeren - Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab buka suara mengenai insiden ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut pada Selasa (4/8) waktu setempat. Dilansir dari CNN, setidaknya 78 orang tewas dalam insiden mengerikan itu.

Sementara itu, 4.000 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Pemerintah setempat mengatakan jika jumlah korban tewas kemungkinan meningkat mengingat proses evakuasi masih terus dilakukan.

Meski penyebab pasti ledakan ini belum bisa ditentukan, namun pemerintah setempat menduga ledakan yang berjarak sekitar 7 km dari KBRI itu berkaitan dengan 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang pelabuhan. Amonium nitrat merupakan bahan kimia yang bersifat mudah meledak, yang mana bahan ini telah tersimpan lama di sana selama 6 tahun.

"Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang (pelabuhan Beirut)," kata Diab dilansir AFP, Rabu (5/8). "Tanpa memikirkan adanya langkah-langkah pencegahan."


Untuk menangani dampak ledakan ini, Lebanon meminta bantuan dunia internasional. Sebab selama ini Lebanon sendiri sudah dalam kondisi yang pelik menghadapi krisis ekonomi serta penularan pandemi COVID-19.

"Saya dengan sangat memohon ke semua negara, saudara sekalian, untuk membantu kami menghadapi luka yang dalam ini," kata Diab dilansir Aljazeera

Ledakan yang terjadi telah meluluh-lantakkan kondisi di sekitar pelabuhan. Sebagian besar area pelabuhan mengalami kerusakan serta menghancurkan bangunan-bangunan di penjuru ibu kota.

Tak hanya itu, ledakan juga memicu terjadinya kerusuhan di jalan raya. Kekuatan ledakan yang dahsyat memecahkan kaca dimana-mana dan menewaskan korban. Tak pelak, rumah sakit yang ada di Beirut pun dengan segera menjadi penuh dan terus berjuang untuk memastikan suplai darah terpenuhi.

Lebanon merupakan salah satu negara yang terletak di Mediterania timur dengan populasi penduduk sebanyak 6 juta orang. Mereka berada dalam pergolakan krisis ekonomi yang telah menghancurkan bisnis di sana. Puluhan ribu orang telah kehilangan pekerjaan mereka dan membuat mata uang mereka mengalami depresiasi drastis.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts