Muncul Klaster Keluarga di Bogor, 22 Orang Positif COVID-19 Usai Ikut Tahlilan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Cerita bermula ketika keluarga menggelar tahlilan untuk mendoakan anggota yang meninggal. Rupanya, salah seorang di antaranya positif COVID-19 dan menularkan ke yang lainnya

WowKeren - Lagi-lagi terjadi di mana acara tahlilan berubah menjadi ajang penularan virus corona di antara para pesertanya. Kali ini terjadi di Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut kegiatan tahlilan di Semplak, yang diduga jadi awal penularan corona terhadap 22 warga, dihadiri 70 orang. 22 warga tersebut telah dibawa ke rumah sakit dan ada yang menjalani karantina mandiri di rumah.

Ia membenarkan jika satu keluarga besar positif COVID-19. Mereka memang tinggalnya berdekatan satu sama lain. "Satu keluarga (positif corona) betul, betul, keluarga besar. Iya, tinggalnya berdekatan," kata Dedie dilansir Detik, Rabu (5/8).

Cerita bermula ketika keluarga tersebut menggelar tahlilan untuk mendoakan kerabat yang meninggal. Namun rupanya, salah seorang anggota keluarga positif COVID-19 dan akhirnya menularkan ke yang lainnya.


"Iya dari kegiatan tahlilan, ada kematian di keluarga tersebut, kemudian diadakan proses tahlilan," lanjut Dedie menjelaskan. "Terus kemudian ada (anggota keluarga yang terkena) gejala (virus corona), beberapa, kemudian menyebar ke keluarga lain."

Ia menyebut jika beberapa orang yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut berasal dari Bogor. "Kan gini, dari pemetaan ada sekitar 70-an (orang) lah ya (yang ikut tahlilan), yang kontak erat ada sekitar 70-an. Dari 70 ini, 22 yang positif (COVID-19) dan 6 diantaranya warga Kabupaten Bogor," lanjut Dedie.

Sebelumnya, jumlah kasus positif dari keluarga ini ada 14 orang lalu kemudian bertambah 8 kasus. Ke-14 orang tersebut datang ke acara tahlilan ketika ada anggota yang meninggal. Namun, anggota keluarga yang meninggal bukanlah pasien COVID-19.

"Nah ada tahlilan kan, datang lah ke situ. Kan misalnya meninggalnya 3 hari lalu, tahlilannya hari ini kan, dia (14 anggota keluarga) datang lah," kata Dedie. "Nah di situ salah satunya (anggota keluarga yang ikut tahlilan) ada yang positif (COVID-19) karena ada gejala.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts