Data Ratusan Ribu Nasabah KreditPlus Bocor, Kominfo Minta Klarifikasi
Nasional

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta klarifikasi dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus atas dugaan kebocoran data nasabah dan langkah untuk menjamin keamanan data pengguna.

WowKeren - Kasus kebocoran data kembali terjadi di Tanah Air. Kali ini giliran data 896 ribu pengguna platform keuangan dan pinjaman online KreditPlus yang tersebar dan dijual belikan di sebuah forum hacker, RaidForums.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun meminta klarifikasi dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus atas dugaan data breach yang mengakibatkan kebocoran data nasabah dan langkah untuk menjamin keamanan data pengguna.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan klarifikasi dan laporan dilakukan dengan mengirim surat ke KreditPlus. "Kami sudah bersurat ke Kreditplus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini," kata Semuel dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Samuel menuturkan KreditPlus memiliki kewajiban memenuhi Standar Pelindungan Data Pribadi sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Hal ini sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.


Meski demikian, Samuel juga mengingatkan masyarakat tetap menjaga keamanan akun masing-masing. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah rutin mengganti password. "Dan tidak mudah percaya dengan pihak lain yang meminta password maupun kode OTP," tegasnya.

Sementara itu, konsultan keamanan siber Teguh Aprianto menyebutkan jika data pengguna KreditPlus yang bocor meliputi nomor KTP, nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nama kantor, nama anggota keluarga, jenis kelamin, gaji per bulan, status pernikahan, nama ibu, nomor handphone, nama pasangan dan agama.

Kebocoran data tersebut terjadi pada tanggal 23 Juni 2020. Namun akun penjual data KreditPlus itu baru diunggah pada tanggal 27 Juni 2020 oleh Megadimarus.

KreditPlus sendiri merupakan layanan pembiayaan produk multi guna sepeda motor, mobil, dan peralatan berat. Perusahaan ini dimiliki oleh PT Finansia Multi Finance, dan berdiri sejak 1994.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts