SD di Tegal Terpaksa Ditutup Lagi Gara-Gara Ada Siswa Positif COVID-19
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendadi Setiadji, aktivitas di sekolah tersebut dihentikan untuk sementara. Adapun aktivitas pembelajaran digantikan dengan menggunakan metode online

WowKeren - Sebuah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terpaksa ditutup kembali usai sempat menerapkan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi corona. Pasalnya, salah seorang siswa di SD di Kecamatan Pangkah tersebut diketahui positif terjangkit virus corona (COVID-19).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendadi Setiadji, aktivitas di sekolah tersebut dihentikan untuk sementara. Adapun aktivitas pembelajaran digantikan dengan menggunakan metode online.

"Aktivitas di sekolah sementara ditutup," ungkap Hendadi dilansir Kompas.com pada Rabu (5/8). "Dilanjutkan dengan daring."

Lebih lanjut, Hendadi pun mengungkapkan bahwa sejumlah siswa dan guru yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif COVID-19 tersebut juga telah menjalani swab test. "Pengambilan swab kontak eratnya pada 30 Juli. Kita masih menunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan," ujar Hendadi.


Apabila nantinya swab test para siswa dan guru tersebut menunjukkan hasil negatif, maka kemungkinan sekolah akan segera kembali dibuka. Hendadi juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

"Setelah hasil swab keluar, selanjutnya kami akan kembali koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk langkah selanjutnya," tuutr Hendadi. "Apakah nanti akan dibuka kembali sekolah atau bagaimana."

Di sisi lain, siswa SD di Tegal yang dinyatakan positif COVID-19 itu disebut berinisial Z. Siswa tersebut tidak mengeluhkan gejala dan kini tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Adapun Z diduga tertular dari kakeknya yang juga positif COVID- 19. Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tegal dr. Joko Wantoro, kakek Z masih dirawat di rumah sakit Dr Soeselo Slawi. "Kakeknya sebelumnya pulang dari Jakarta sebagai sopir bajaj," terang Joko.

Menurut Joko, Z sempat mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah beberapa sebelum diperiksa. Setelah hasil swab test keluar dan Z dinyatakan positif COVID-19, siswa tersebut diminta isolasi mandiri di rumah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts