Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merancang 'jam khusus' pagi para pemilih demi menghindari kerumunan di TPS saat Pilkada Serentak 2020 digelar pada 9 Desember nanti. Seperti apa?
- Nidya Putri
- Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:02 WIB
WowKeren - Sejumlah skenario telah dipersiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melancarkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020 mendatang. Pasalnya, Pilkada kali ini digelar di tengah pandemi virus corona (COVID-19).
Untuk menghindari terciptanya kerumunan di tempat pemungutan suara (TPS) nanti, KPU telah merancang "jam khusus" pagi para pemilih. "Sekarang sampai saat ini skenario yang kami buat nomor 1-100 misalnya jam 7 sampai jam 8, nomor 101-200 jam 8 sampai 9. Itu pengaturan supaya tidak bertumpuk dalam satu waktu yang sama," ujar Ketua KPU Arief Budiman, dalam diskusi virtual, Kamis (6/8).
Pembagian waktu itu akan diinformasikan KPU melalui formulir C6 atau surat undangan kepada pemilih untuk mengikuti pemungutan suara di TPS. Namun, KPU tidak bisa melarang jika pemilih tidak berkenan mengikuti jadwal kedatangan ke TPS tersebut.
"Tapi kalau pemilih tidak berkenan, enggak pak saya mau jam 9 saja, terus yang lain mau jam 11, kan KPU tidak bisa melarang juga," kata Arief. Pengaturan jam bagi kedatangan pemilih ke TPS menjadi salah satu upaya KPU mencegah kerumunan massa.
Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang mewajibkan warga agar menjaga jarak fisik minimal satu meter. Selain itu, pemilih juga wajib menggunakan masker termasuk saat mencoblos.
Ia berharap agar pemilih terus mematuhi setiap protokol kesehatan selama mengikuti pemungutan suara. KPU akan meminta pemilih mencuci tangan sebelum masuk maupun keluar TPS dan memberlakukan pengecekan suhu tubuh ke setiap orang yang masuk.
Selain itu, KPU jiga menyediakan sarung tangan plastik untuk pemilih. Hal ini agar pemilih bisa terlindungi dari penularan virus corona melalui kontak fisik dengan benda atau apapun yang dipegang oleh orang lain.
"Kita tidak tahu selama dalam TPS dia melakukan apa, misal menggaruk mata, mengusap hidung, mengusap mulut, dan lain-lain," pungkasnya. "Punya potensi juga, makanya kami tetap gunakan sarung tangan plastik."
(wk/nidy)