Satgas COVID-19 Beber Klaster Perkantoran dan Pemukiman Saling Terkait, Apa Maksudnya?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap klaster perkantoran dan pemukiman ternyata saling terkait, karenanya protokol kesehatan harus lebih ketat diterapkan.

WowKeren - Hari ini (7/8) Indonesia mencatatkan lonjakan besar jumlah kasus positif COVID-19, dengan terbanyak di DKI Jakarta mencapai 665 kasus. Banyak yang mengaitkan situasi ini dengan klaster perkantoran, yang ternyata juga berkaitan dengan klaster pemukiman.

Hal ini seperti diungkap oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito. Kepala Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 ini menyebut klaster perkantoran bisa terjadi akibat dua hal, yakni terjangkit di pemukiman rumah atau ketika dalam perjalanan menuju kantor.

"Sebenarnya orang yang berkantor itu kan asalnya dari rumah, dari pemukiman," kata Wiku di Graha Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (7/8). "Jadi pastinya di pemukiman juga pasti ada klaster kalau di kantor ada klaster."

"Dan itu mereka bisa tertularnya bisa di perumahannya, atau di rumah atau di dalam perjalanannya menuju kantor. Jadi potensinya begitu," tutur Wiku, dilansir dari Kompas.

Tentu diperlukan upaya berkesinambungan untuk bisa mencegah timbulnya klaster baru di masing-masing lokasi. Oleh karenanya, Wiku meminta agar masyarakat selalu aktif menerapkan protokol kesehatan di manapun, termasuk di rumah.


Salah satunya, dengan langsung membersihkan diri setelah beraktivitas di luar rumah. "Betul-betul apa yang terbawa dari luar tidak dibawa ke dalam interaksi dengan keluarga di rumah," jelas Wiku.

Satgas Penanganan COVID-19 sendiri sudah beberapa kali menyoroti soal klaster perkantoran dan pemukiman. Klaster perkantoran sendiri dituding menjadi alasan utama di balik lonjakan kasus positif COVID-19 di Ibu Kota.

Sedangkan klaster pemukiman adalah "kuda hitam" penyebaran COVID-19. Pasalnya banyak masyarakat yang melonggarkan pelaksanaan protokol kesehatan selama berada di rumah.

Sebagai informasi, pada Jumat (7/8) hari ini, Indonesia melaporkan 2.473 kasus COVID-19. Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien positif COVID-19 di Tanah Air kini telah mencapai 121.226 orang.

Selain itu, Indonesia juga melaporkan 1.912 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Sehingga jumlah pasien COVID-19 sembuh di Indonesia kini bertambah menjadi 77.557 orang.

Kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia pun bertambah sebanyak 72 orang pada hari ini. Dengan demikian, pandemi corona telah menelan 5.593 korban jiwa di Tanah Air.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts