Pegawai BPKD Terindikasi Corona, Satu Lantai Balai Kota Di-Lockdown
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejumlah pegawai Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) terindikasi virus corona, satu lantai di Gedung Balai Kota langsung di-lockdown. Begini laporan lengkapnya.

WowKeren - Klaster penyebaran virus corona (COVID-19) berpeluang terjadi di kantor Balai Kota Jakarta. Pasalnya, sejumlah pegawai Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta dinyatakan terindikasi virus corona.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir. Ia menjelaskan jika temuan tersebut berdasarkan hasil rapid test, dimana sejumlah pegawai mendapatkan hasil reaktif. Mereka semua kini diminta melakukan isolasi mandiri untuk sementara waktu.

Meski demikian, Chaidir menekankan jika hasil tersebut belum pasti positif COVID-19. Pasalnya, mereka masih menunggu hasil swab test PCR yang belum keluar.

”Kalau jumlahnya nggak banyak, mereka baru reaktif positif,” kata Chaidir seperti dilansir dari Suara, Jumat (7/8). “Lalu sekarang dites PCR, jadi belum terpapar, reaktif positif, makanya dilakukan WFH di rumahnya isolasi mandiri.”


Walau hasil swab test belum keluar, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan beberapa langkah-langkah selanjutnya. Jika ada pegawai yang dipastikan positif corona, maka akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri ataupun perawatan di rumah sakit tergantung gejala yang dirasakan.

”Kalau dia reaktif positif baru diusap, nanti kelihatannya ada tingkatannya yaitu Kategori ringan, sedang dan berat,” jelas Chaidir. “Kalau baru ringan, ya, mereka cukup melakukan karantina di rumah, kalau sedang baru mereka dirujuk ke Wisma Atlet.”

Akibat temuan tersebut, kantor BPKD Jakarta langsung di lockdown untuk sementara waktu. Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah menjelaskan kantor yang berada di lantai tujuh Blok G Balai Kota Jakarta itu akan ditutup hingga Senin (10/8) mendatang demi menekan laju penyebaran COVID-19.

Namun, Saefullah mengaku jika pihaknya tidak akan menutup keseluruhan gedung lantaran selama ini telah menjadi pusat pelayanan masyarakat. Saat ini diterapkan sebanyak 50 persen di Balai Kota untuk bekerja dari rumah dan setengah lainnya bekerja di kantor.

”Lantai tujuh hari ini tutup semua, tapi Senin masuk,” terang Saefullah. “Nggak bisa semuanya, karena ini layanan, tapi kita sudah 50 persen pegawai (yang bekerja di kantor).”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts