Waspada! Komunitas Gowes Jadi Ancaman Baru Klaster Corona
Instagram/dishubdkijakarta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Terus waspada dengan ganasnya penyebaran virus corona, komunitas gowes disebut menjadi ancaman baru yang berpotensi memunculkan klaster-klaster COVID-19 baru.

WowKeren - Sejak sejumlah aktivitas mulai dilonggarkan pemerintah untuk menuju new normal, muncul banyak klaster virus corona (COVID-19). Penyebaran virus corona belakangan terakhir banyak terjadi di pasar tradisional, perkantoran, hingga ruang publik lainnya.

Kini, ancaman klaster baru tidak hanya datang dari lingkungan kerja saja. Aktivitas olahraga bersama sekarang berpotensi tinggi menjadi klaster penularan virus corona baru yang patut diwaspadai.

Pakar kesehatan masyarakat, Prof dr Ascobat Gani, MPH Dr PH menjelaskan komunitas gowes dapat menjadi klaster baru yang cukup rawan. Apalagi, aktivitas bersepeda yang dilakukan masyarakat telah meningkat tajam selama pandemi virus corona.

Ascobat lantas mengungkapkan fenomena aktivitas bersepeda yang seolah meroket selama pandemi disebabkan lantaran banyak masyarakat merasa bosan selalu di rumah. “ Saya amati, orang-orang mencari kegiatan yang berkompensasi untuk mengatasi kebosanan mereka,” ujar Ascobat melalui siaran langsung BNPB, Jumat (7/8).

Ascobat kemudian mencontohkan munculnya klaster gowes beberapa waktu lalu. Saat itu, ada satu komunitas gowes dengan banyak anggota yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.


”Misalnya gowes ini, kemarin ada satu kelompok gowes yang banyak anggotanya dinyatakan positif corona,” papar Ascobat. “Sehingga menjadi klaster di kelompok sepeda.”

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu memang dilaporkan ada 21 orang dari komunitas gowes yang terinfeksi virus corona. Kronologi penyebaran COVID-19 tersebut diketahui terjadi saat komunitas gowes tersebut makan bersama setelah bersepeda.

Oleh sebab itu, Ascobat memberikan anjuran agar orang-orang yang ingin bersepeda tetap waspada dengan penularan virus corona selama pandemi. Menurutnya, kegiatan bersepeda memang tidak dilarang dan justru menyehatkan tubuh.

Meski demikian, ia mengingatkan agar para pegowes tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat beraktivitas. Protokol kesehatan khususnya wajib dilakukan saat mereka semua tengah berkerumun atau melakukan aktivitas berkumpul lain setelah bersepeda.

Selain itu klaster gowes, Ascobat juga membeberkan acara pernikahan dan ibadah juga berpotensi besar menjadi klaster paling rawan penularan virus corona. Ia juga meminta masyarakat terus waspada dengan penyebaran COVID-19, khususnya bagi wilayah yang masih banyak terdapat anak-anak berkumpul untuk sekadar nongkrong bersama.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts