Cegukan Disebut-sebut Bisa Jadi Gejala COVID-19, Dokter Beri Penjelasan Begini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso menyebut jika dirinya pernah menemui pasien COVID-19 yang mengalami cegukan

WowKeren - Berbagai macam teori berkembang terkait COVID-19 termasuk mengenai gejala yang ditunjukkan oleh orang yang terpapar virus ini. Studi American Journal of Emergency Medicine baru-baru ini menduga jika cegukan bisa menjadi gejala baru yang mengindikasikan seseorang terjangkit COVID-19.

Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso buka suara mengenai hal ini. Ia menyebut jika dirinya pernah menemui pasien COVID-19 yang mengalami cegukan. Sebagai dokter anestesi, ia memaparkan jika cegukan bisa terjadi lantaran berkurangnya suplai oksigen.

"Kebetulan saya ini dokter anestesi, kalau kita melakukan penanganan kasus anestesi," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/8). "Kemudian oksigen baik kejadian tidak sengaja gitu, suplai oksigen yang kita berikan berkurang, itu bisa berpengaruh orangnya menjadi cegukan."

Lebih lanjut, oksigen dikatakannya bukan gejala baru. Cegukan bisa terjadi pada pasien yang memang dalam kondisi kekurangan oksigen.


"Mungkin yang ketangkap cegukannya, padahal saturasi oksigennya turun," lanjut Kohar. "Jadi bukan gejala baru, tapi memang bisa semacam itu. Saya ndak tau itu berapa kasus yang seperti itu cegukan."

Kohar meminta jika seseorang mengalami gejala cegukan tak serta merta divonis terkena COVID-19. "Tapi jangan ada orang cegukan dibilang COVID-19. Jangan begitu," terangnya.

Selain karena kekurangan oksigen, cegukan juga bisa disebabkan karena hal lainnya. Misalnya saja adanya infeksi pada organ pencernaan.

Sementara itu, salah satu pintu masuk virus ke tubuh adalah mulut yang mana organ ini juga termasuk ke dalam saluran pencernaan. Hal itu sebagaimana dipaparkan oleh Koordinator Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.

"Cegukan itu hipoksial atau kekurangan oksigen. Bisa juga cegukan mekanisme sentral dari otaknya bisa, bisa juga cegukan salah satunya ada infeksi atau iritasi di saluran cerna," jelas Joni. "Jadi macam-macam. Nah tadi disebutkan masuknya virus kan dari hidung, mulut dan mata, itu masuk saluran cerna juga."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts