Sempat Dituding Jadi Klaster Baru COVID-19, RS Rujukan di Bogor Buka Suara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Rumah Sakit Azra di Kota Bogor, buka suara terkait tudingan menjadi klaster baru COVID-19 usai 10 karyawannya dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 27 Juli lalu.

WowKeren - Rumah Sakit Azra di Kota Bogor yang selama ini menjadi rujukan bagi pasien virus corona (COVID-19) beberapa waktu lalu dilaporkan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Menurut data dari Gugus Tugas COVID-19 Bogor, sudah adal 10 orang di rumah sakit itu tertular virus corona.

Menanggapi kabar tersebut Wakil Direktur RS Azra Kota Bogor Jeffry Rustandi menyebut 10 karyawannya yang sempat terkonfirmasi positif corona kini telah dinyatakan negatif. Jeffry mengatakan 10 kasus stafnya itu diketahui lewat program tes tenaga kesehatan di rumah sakit yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor pada 27 Juli lalu.

Saat itu, 50 karyawan RS Azra baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan ikut serta dalam tes tersebut. "Hasilnya, diketahui pada 29 Juli, yakni 10 karyawan positif Covid-19," katanya dilansir Antara, Senin (10/8).

Terhadap 10 karyawan yang hasilnya positif tersebut, pihaknya menerapkan isolasi mandiri di rumah, memberikan edukasi serta terapi farmakologis dan non farmakologis. "Pada pelaksanaan isolasi mandiri di rumah, selalu dipantau," lanjutnya.


Untuk memperoleh hasil tes pembanding, pimpinan RS Azra kemudian memeriksakan 10 karyawan tersebut untuk menjalani tes swab lagi di Laboratorium Inolab milik Kalbe Farma, pada 30 Juli. "Hasilnya diketahui pada 2 Agustus, ternyata semuanya negatif," ungkapnya.

Untuk lebih memastikan, 10 karyawan tersebut akan kembali menjalani tes swab di Laboratorium Biomolekuler Eijkman di Jakarta, pada 5 Agustus. "Hasilnya diketahui pada 7 Agustus, ternyata seluruhnya negatif," sambungnya.

Dengan dua kali hasil negatif dari dua laboratorium berbeda, manajemen rumah sakit pun meyakini 10 karyawan rumah sakit tersebut adalah negatif COVID-19, dan mempersilakan mereka untuk bekerja kembali.

Menurut Jeffry, tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan RS Azra sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien kasus COVID-19, tentunya melakukan kontak dengan pasien kasus COVID-19, baik probable maupun positif. Pihaknya pun selalu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan COVID-19, salah satunya adalah melakukan screening berkala terhadap karyawan rumah sakit. "Screening ini sudah kami lakukan sejak April 2020 sampai sekarang," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts