Ormas di Solo Protes Desain Logo HUT RI ke-75 Mirip Salib, Istana Bilang Begini
Nasional
HUT RI ke-75

Menurut Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), desain tersebut mencederai peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang seharusnya menjadi momen persatuan bangsa.

WowKeren - Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memprotes desain logo HUT RI ke-75 karena dianggap menyerupai salib. Menurut DSKS, desain tersebut mencederai peringatan kemerdekaan RI yang seharusnya menjadi momen persatuan bangsa.

Oleh sebab itu, DSKS mendesak pemerintah untuk merevisi desain tersebut. "Kita berharap desain yang beredar di bangunan milik pemerintah segera ditarik," terang Juru Bicara DSKS, Endro Sudarsono, pada Senin (10/8).

Endro menjelaskan bahwa terdapat beberapa alternatif desain yang ditawarkan di laman Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) terkait logo HUT RI ke-75. Menurutnya, tiga desain di antaranya menyerupai salib.

Pihak DSKS disebutnya telah mendapati spanduk dengan desain yang dianggap mirip salib tersebut terpasang di tiga titik di Kota Solo. DSKS pun menyurati Pemkot Solo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kemensesneg, hingga Presiden Joko Widodo terkait persoalan ini.

Logo HUT RI

Kementerian Sekretariat Negara


Menanggapi hal tersebut, tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin pun buka suara. Ngabalin membantah logo peringatan HUT RI ke-75 tersebut mirip salib dan menilai bahwa persoalan tersebut hanyalah persepsi yang salah terhadap karya seni.

"Logo ini murni dan resmi asli bukan salib," tegas Ngabalin dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada Selasa (11/8). "Ini adalah sebuah karya seni yang dibuat dan dilakukan oleh teman-teman anak indonesia yg memiliki kemampuan karya seni yang luar biasa."

Menurut Ngabalin, semua pihak harus melihat dari perspektif kebersamaan, bukannya penuh kecurigaan. Ia pun menyindir jikalau persimpangan jalan juga dianggap menyerupai salib.

"Jangan-jangan nanti ada perempatan jalan, persimpangan di dekat rumahmu kau bilang lagi itu bentuk salib. Jangan kau jalan lah di atas salib itu karena dia berbentuk salib," kata Ngabalin. "Jangan begitu. Kita punya suasana ini dalam suasan pandemi jangan sampai menurunkan imunitas kita. Semangat kebersamaan harus dibangun."

Di sisi lain, Kemensesneg juga telah memberikan klarifikasi terkait hal ini. Sekretaris Kemensesneg Setya Utama mengatakan, logo itu telah sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75. "Sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75 RI," kata Setya.

Berdasarkan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT RI, bentuk yang dipermasalahkan dan dianggap menyerupai salin tersebut adalah "supergraphic" yang dapat diaplikasi secara fleksibel. Supergraphic sendiri terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah lagi menjadi 10 bagian yang merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts