Siap-Siap! Jawa Timur Buka Sekolah Tatap Muka Jenjang SMA-SMK Mulai 18 Agustus
Getty Images
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Untuk sekolah di zona oranye, jumlah siswa maksimal per kelas adalah sebanyak 25 persen dari kapasitas normal. Sedangkan di zona kuning bisa 50 persen.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membuka kembali kegiatan belajar (KBM) secara tatap muka. Rencananya, uji coba ini akan dimulai 18 Agustus mendatang.

Keputusan ini mengacu pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang memperbolehkan pembukaan sekolah tatap muka di wilayah yang berada pada zona hijau dan kuning. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan jika jenjang yang pertama dibuka adalah SMA dan SMK.

"Pemprov Jatim akan melakukan uji coba proses belajar mengajar secara langsung di sekolah," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (12/8). "Untuk jenjang SMA dan SMK secara selektif atas persetujuan bupati/wali kota."

Tak hanya zona hijau dan kuning, sekolah di zona oranye juga akan dibuka. "Jadi untuk sekolah yang berada di zona merah akan tetap ditutup, sedangkan di zona hijau, kuning dan oranye akan dibuka," terangnya.


Untuk sekolah di zona oranye, jumlah siswa maksimal per kelas adalah sebanyak 25 persen dari kapasitas normal. Sedangkan di zona kuning bisa 50 persen. Jika suatu daerah berubah statusnya dari zona kuning ke oranye maka jumlah kapasitas akan menyesuaikan.

"Zonasi tersebut akan terus diperbaharui. Misal ada perubahan zonasi dari kuning ke oranye, kapasitas siswa yang masuk harus dikurangi dari 50 persen menjadi 25 persen," tutur Khofifah. "Kita sangat mengharapkan zona-zona tersebut menjadi kondisi yang makin membaik."

Untuk KBM, sekolah akan menggelar 4 mata pelajaran setiap harinya. Masing-masing jam pelajaran akan berdurasi 45 menit. Dengan kata lain, sekolah hanya berlangsung selama 3 jam.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan uji coba pembelajaran ini menggunakan metode blended learning. Maksudnya, sekolah memadukan metode pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka secara terbatas.

Sementara itu, Pemprov Jatim bersama Menteri Dalam negeri Tito Karnavian meluncurkan program 26 juta masker. "Dengan adanya program tersebut diharapkan masyarakat terdorong dan termotivasi untuk menggunakan masker secara benar," tutur Khofifah.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts