Aktivitas Merokok Berpotensi Jadi Transmisi Penularan COVID-19, Kok Bisa?
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tak hanya aktivitasnya yang berisiko meningkatkan transmisi penularan, perokok sendiri juga lebih berisiko terjangkit COVID-19 bahkan hingga lima kali lebih besar.

WowKeren - Aktivitas merokok rupanya bisa menjadi transmisi penularan virus corona. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto.

Hal ini disebabkan karena saat melakukan aktivitas merokok, orang akan sering memegang rokok kemudian menyentuh mulut secara berulang-ulang. Seperti diketahui, mulut merupakan salah satu pintu bagi virus untuk masuk ke dalam tubuh.

Transmisi terjadi karena tangan yang belum tentu bersih menyentuh permukaan bibir. Ketika orang menghisap rokok maka transmisi itu akan meningkat.

"Ini yang menjadikan transmisi," kata Agus di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (12/8). "Bahwa tangan kita belum tentu bersih memegang rokok, menghisap nah itu transmisi akan meningkat."

Jadi virus akan terhirup melalui tangan yang menyentuh bibir."Dan meningkatkan risiko terjadinya inhalasi atau menghirup virus itu melalui transmisi lewat tangan," lanjut dia.


Tak hanya aktivitasnya yang berisiko meningkatkan transmisi penularan, perokok sendiri juga lebih berisiko terjangkit COVID-19 bahkan hingga lima kali lebih besar. "Itu bisa dilihat bahwa dalam studi-studi yang ada. Terlihat bahwa seorang perokok itu terjadi infeksi COVID-19 hampir dua sampai lima kali yang lebih tinggi," tutur Agus.

Bukan tanpa sebab, ada empat alasan yang membuat perokok lebih rentan tertular corona. Yang pertama adalah karena pada perokok terdapat reseptor ACE2 lebih banyak dibanding bukan perokok. ACE2 merupakan enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ.

"Karena pada seorang perokok itu terdapat reseptor yang namanya ACE2 itu," ujarnya melanjutkan. "Dan kita ketahui reseptor ACE2 ini adalah tempat duduknya virus SARS Cov 2 di saluran napas ataupun organ-organ lain."

Lalu yang kedua adalah bahwa asap rokok bisa menurunkan imunitas tubuh. Penurunan imunitas terutama pada saluran pernapasan. "Ketika seseorang perokok kemudian terjadi infeksi, maka migrasi dari pada sel-sel imunitas itu akan menurun," ujar Agus.

Ketiga adalah kebiasaan merokok bisa memicu penyakit lainnya sehingga bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap virus corona. "Sementara penyebab terakhir adalah kebiasaan seorang perokok memegang rokok secara berulang-ulang," ucap dia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts