Ini Kriteria yang Harus Dipenuhi Agar Vaksin Corona Sinovac Lolos Uji Klinis Tahap III
Health
Vaksin COVID-19

Menurut Manajer Lapangan Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran (Unpad) dr Eddy Fadliyana, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar vaksin corona Sinovac ini lolos uji klinis tahap III.

WowKeren - Uji klinis tahap III calon vaksin corona buatan Sinovac asal Tiongkok telah dimulai di Bandung, Jawa Barat. Menurut Manajer Lapangan Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran (Unpad) dr Eddy Fadliyana, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar vaksin corona Sinovac ini lolos uji klinis tahap III.

Adapun vaksin dapat dikatakan berhasil jika tidak banyak relawan mengalami efek samping yang berat. Kriteria lainnya adalah muncul antibodi di tubuh para relawan setelah vaksin disuntikkan.

"Lalu dilihat efikasinya, jadi nanti kelompok yang divaksin itu kelihatan tidak terkena infeksi virus Covid-19, selama enam bulan (proses uji klinis," terang Eddy di Bandung pada Rabu (12/8). Setelah melalui uji klinis tahap II dan III, tutur Eddy, maka vaksin itu 90 persen lebih dinilai bisa melindungi dari infeksi COVID-19.

Meski demikian, Eddy tak memungkiri adanya potensi orang yang masih terjangkit COVID-19 meski telah divaksin. "Masih bisa terkena infeksi, tapi sebagian besar terlindungi," tutur Eddy.


Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa Masih bisa terkena infeksi, tapi sebagian besar terlindungi. Para relawan uji klinis tahap III di Bandung memang akan mendapat dua kali suntikan calon vaksin corona Sinovac.

Tim riset pun akan melihat perkembangannya selama enam bulan ke depan. Nantinya akan diperiksa berapa jumlah relawan yang terjangkit COVID-19 dan yang tidak, lalu mereka juga akan diperiksa antibodinya. "Dalam enam bulan itu kita lihat, apakah menurun atau masih tinggi antibodinya dan kejadian efek sampingnya," pungkas Eddy.

Sebelumnya Eddy juga telah mengungkapkan sejumlah efek samping yang mungkin bisa dirasakan para relawan, di antaranya adalah demam dan nyeri. Menurut Eddy, kemungkinan efek samping lainnya sangat kecil.

Meski begitu, Eddy berpesan agar para relawan uji klinis yang mengalami demam atau gejala lain untuk melapor ke tim uji klinis. Nantinya, uji klinis tahap III ini akan dihentikan jika ada reaksi berat yang dialami relawan. Hal tersebut akan diputuskan oleh dokter yang memeriksa.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts