Fakta Kamala Harris Cawapres Wanita Pertama AS, Keturunan India Hingga Dukung Yahudi Garis Keras
Getty Images
SerbaSerbi

Terpilihnya Kamala Harris sebagai cawapres ini membuatnya menjadi wanita kulit hitam pertama yang akan melaju di pilpres Amerika Serikat. Namun, siapakah sebenarnya Kamala Harris?

WowKeren - Nama Senator Kamala Harris kini tengah menjadi sorotan global sejak ia diperkenalkan sebagai calon wakil presiden dari capres Partai Demokrat, Joe Biden.

Terpilihnya Kamala Harris sebagai cawapres ini membuatnya menjadi wanita kulit hitam pertama yang akan melaju di pilpres Amerika Serikat. Kamala Harris juga akan membuat sejarah sebagai wakil presiden kulit hitam dan perempuan keturunan India pertama di AS jika nanti dirinya dan Joe Biden terpilih di pemilu November mendatang.


Penunjukan Harris mendapat beragam reaksi dari sejumlah politikus AS, termasuk mantan presiden Barrack Obama dan Bill Clinton hingga mantan menteri luar negeri Hillary Clinton. Hillary Clinton dalam cuitannya menyambut keputusan bersejarah yang dibuat Biden atas penunjukan Harris. Senada, Bill Clinton juga menyebut Biden telah membuat keputusan tepat atas penunjukan Harris.

Bukan hanya para politikus, terpilihnya Kamala Harris sebagai cawapres dari Partai Demokrat juga menuai banyak dukungan dari deretan selebriti Hollywood. Mulai dari Taylor Swift, John Legend, hingga LeBron James, semuanya menunjukkan dukungan mereka secara terbuka pada pasangan Joe Biden-Kamala Harris.

Namun, siapakah sebenarnya Kamala Harris? Berikut adalah deretan fakta wanita kulit hitam pertama dalam pilpres AS tersebut:

(wk/luth)

1. Mendukung Yahudi dan Israel


Mendukung Yahudi dan Israel
Getty Images

Kamala Harris yang berdarah Jamaika dan India memiliki hubungan dekat dengan komunitas Yahudi. Wanita 55 tahun ini menikah dengan Douglas Emhoff yang berprofesi sebagai pengacara pada 2014. Emhoff adalah seorang Yahudi Amerika.

Sejak terpilih menjadi senator pada 2016, Harris telah menjadi pembicara sebanyak dua kali dalam konferensi tahunan keompok Yahudi di AS, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Harris juga ikut mensponsori resolusi Senat pada awal 2017 yang menegur pemerintahan Presiden Barack Obama, karena mengutuk kebijakan kebijakan pemukiman Israel.

Dukungan Harris terhadap Israel ditunjukkan ketika dia menentang gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi yang menargetkan Israel. Pada 2019, dia menolak klaim bahwa dia telah memboikot Komite Urusan Publik Israel Amerika dengan merilis sejumlah foto bersama dengan para aktivis.

Keputusan Biden untuk menggandeng Harris dalam pemilihan presiden pada November mendatang, mendapatkan pujian dari kelompok advokasi Demokratik Yahudi. Kepala Dewan Demokratik Yahudi Amerika dan mantan asisten Harris, Hailie Soifer mengatakan, Harris memprioritaskan masalah yang sama dengan para pemilih Yahudi. Soifer meyakini, Harris akan mempertahankan nilai-nilai Yahudi Amerika di Gedung Putih.

2. Wanita Pertama yang Jadi Jaksa Agung California


Wanita Pertama yang Jadi Jaksa Agung California
Getty Images

Sebelum menjadi Senator, Kamala Harris merupakan wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi jaksa wilayah dalam sejarah California. Pencapaian lain yang didapatkannya adalah menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Jaksa Agung California sekaligus keturunan India pertama yang jadi Senator Amerika Serikat.

Tak perlu waktu lama bagi Kamala Harris untuk merangkak naik dari jaksa penuntut menjadi seorang Senator. Hanya dalam beberapa bulan. Hal inilah yang membuat sosoknya jadi daya tarik khalayak umum dan memuluskan jalannya terpilih sebagai cawapres.

3. Wanita Kulit Hitam Pertama di Pilpres AS


Wanita Kulit Hitam Pertama di Pilpres AS
Getty Images

Kamala Harris menjadi wanita kulit hitam pertama yang ikut dalam Pilpres AS. Ia dinilai dapat menarik pemilih wanita, khususnya mereka yang ada di pinggiran Amerika Serikat dan telah menjauh dari Donald Trump. Harris juga dikenal sebagai pendukung gerakan anti-rasisme.

Kamala pernah berpendapat soal ras yang mengalir dalam darahnya, bahwa ia selalu nyaman dengan identitasnya, dan menjelaskan dirinya sendiri sebagai Orang Amerika Sejati. Pada 2019, Kamala Harris pernah menekankan bahwa politisi seharusnya tidak perlu dikotak-kotakkan berdasarkan warna kulit atau latar belakang.

"Poin saya; Saya adalah saya apa adanya. Dan saya oke dengan itu. Anda mungkin perlu mencari tahu (latar belakang), tapi saya tidak masalah dengan itu," tuturnya.

4. Sempat Mencalonkan Diri Jadi Presiden dan Menentang Biden


Sempat Mencalonkan Diri Jadi Presiden dan Menentang Biden
Getty Images

Kamala Harris merupakan sosok yang cukup banyak mendapat sorotan karena pada tahun lalu, dia mencalonkan diri sebagai presiden. Pencalonan itu diikuti dengan respons positif karena kala itu ia dianggap sebagai kandidat kuat dalam Pilpres 2020.

Menariknya, istri dari seorang pengacara Douglas C. Emhoff ini pernah berselisih pendapat dengan Joe Biden saat debat utama perdana pada Juni 2020. Menurut Kamala Harris, pandangan masa lalu Joe Biden yang menentang desegregasi sekolah melalui aturan wajib naik bus menyakitkan.

5. Berasal dari Keluarga Imigran


Berasal dari Keluarga Imigran
Getty Images

Kamala Harris lahir di Oakloand, California, dari ayah-ibu imigran keturunan India dan Jamaika. Setelah orangtuanya bercerai dia dibesarkan sendiri oleh ibunya, Shyamala Gopalan Harris, seorang peneliti kanker dan aktivis hak sipil.

Wanita yang pernah menjabat sebagai Jaksa Agung California ini cukup lekat dengan budaya Hindu dan India karena kerap mengunjungi negara tersebut. Namun menurutnya sang ibu juga mengadopsi budaya orang kulit hitam di Oakland dalam pengasuhan Kamala dan adiknya, Maya Harris.

You can share this post!

Related Posts